oleh

Tidak Ada Menang dan Kalah Bagi Orang Yang Saling Mencintai

Oleh: Mahfudhoh Suyoto

Bojonegoro, Suryanasional.com
10 tahun saya bekerja untuk perlindungan perempuan dan anak (P3A Bojonegoro), pengalaman ini memberi pelajaran bagi saya seperti judul tulisan ini. Tidak ada semangat menang dan kalah bagi para pihak yang saling mencintai. Ada banyak sekali kekerasan yang lahir atas nama cinta. “Saya mencintainya, saya harus membimbingnya”. Lewat pembenar itulah kekerasan kata kata dan bahkan fisik sering muncul.

Sungguh mengherankan masih ada banyak pihak yang tidak dapat membedakan antara membimbing dan keinginan untuk dominan, keinginan untuk menang. Bahkan merasa puas bila sudah dapat menguasai atau mengalahkan pasangannya atau anggota keluarga yang lain.

Bukankah mencintai adalah kesanggupan menjadikan pihak lain sebagai bagian hidupnya. Bahkan menjadikan orang lain seperti diri sendiri. Seperti kata Rasulullah: “tidak beriman diantara kalian hingga dapat mencintai orang lain, seperti cintanya pada diri sendiri”. Jika pihak lain sudah menjadi dirinya sendiri, jelas tidak diperlukan lagi menang dan kalah.

Jika sesekali masih terdengar kepuasan bisa mengalahkan pasangannya, kepuasaan atas keberhasilan menundukkan anggota keluarga, atau pihak lain. Percayalah kepuasan itu sangat semu, dan sementara waktu saja. Sebab kepuasan itu lahir dari ego kita sendiri, bukan dari rasa cinta yang tulus. Ego akan berbalas dengan ego, cinta akan berbalas cinta. Mencintai itu kesanggupan menjadi lautan bagi pihak lain. Mencintai itu keindahan yang tiada habis, tak lapuk oleh hujan, tak lekang karena panas. Buah egois itu konflik, buah berbagi adalah kebahagian bersama.

Lewat puasa ramadhan mari kita asuh ego kita, mari kita rawat bunga cinta diantara kita.

Salam Sukses
Mahfudhoh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed