oleh

PT Pelindo III (Persero) Memproduksi P3pot. Kantung Urine Portable

Suryanasional.com|Surabaya, – Melalui anak Perusahaan dibidang medis, RS PHC, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhanan, PT Pelindo III (Persero) memproduksi P3pot. Kantung urine portable yang diperkirakan kebutuhan per tahunnya di pelabuhan mencapai 54 ribu kantung dan juga ditujukan untuk kebutuhan operator crane di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Untuk mendukung kebutuhan pekerja supaya agar lebih produktif,dengan Harganya yang sangat murah, Harga Perbiji satu kantungnya Rp 11.500 dan bisa untuk digunakan 2 sampai 3 kali pemakaian,” tukas Dirut PT PHC dr. Agus Akhmadi di sela peluncuran inovasi produk P3pot atau kantung urine portable untuk kebutuhan sehari-hari untuk operator crane, Rabu (5/9/2018).

Produk P3pot ini, kata dr. Agus, sangat cocok untuk kebutuhan operator crane. Juga bahkan, mengungkapkan, kantung urine portable tersebut juga sesuai dengan kebutuhan pekerja operasional yang bekerja di ketinggian dan mengoperasikan alat-alat berat. “Sehingga, bisa bekerja lebih tenang, juga lebih sangat efisien, dan lebih aman. Karena, tidak harus naik turun,” ujar dr. Agus.

Untuk jelasnya, kebutuhan orang dewasa atau anak muda yang bekerja selama 8 jam dapat memproduksi urine hingga 600 cc. Tqpi juga sangat berbeda dengan pekerja yang usianya 30 tahun lebih dengan waktu kerja yang sama, cenderung tidak bisa untuk menahan kencing. “Lalu Sehingga, setidaknya perlu unttuk sekali ke kamar kecil,” katanya.

dr. Agus, pada setiap kemasan P3pot sudah disiapkan serbuk super absorbent polymer (sap) yang akan menggumpal seketika bereaksi dengan 600 cc cairan urine. Dengan adanyan menyediakan P3pot saat bekerja, crane operator dapat terhindar dari risiko pembengkakan ginjal, atau infeksi saluran kemih dan juga batu ginjal.

“Selain itu, akan dilengkapi dengan tisu basah agar supaya lebih higienis,juga sekaligus mengakomodir tata cara bersih diri sesuai kepercayaan,” tukasnya.

Pada saat bersamaan, VP Corporate Communication Pelindo III R. Suryo Khasabu untuk mengungkapkan, selain inovasi produk juga, Pelindo III juga evaluasi sisi layanan kepelabuhanan. Maka dari itu untuk Dikatakan, meningkatnya arus logistik nasional untuk membuat Pelindo III sebagai BUMN operator terminal terus melakukan evaluasi dan inovasi layanan. “Tterutama untuk jasa utama, seperti bongkar muat dari kapal ke dermaga (stevedoring) dan pemindahan barang dari dermaga ke lapangan penumpukan atau gudang (cargodoring),” kata Suryo.

Menurutnya, standar layanan stevedoring dan cargodoring akan ditingkatan, sehingga service level agreement (SLA) dengan setiap pengguna jasa juga akan diperbaiki. Saat ini, kata Suryo, sedang proses pembahasan dengan pihak-pihak terkait, terutama dari sisi komersialnya.

“Evaluasi SLA ini sangat penting, karena menjadi jaminan standar pelayanan dan tanggung jawab antara pihak pelabuhan dan pengguna jasanya,” tutur Suryo.

Tentunya, SLA tersebut juga sejalan dengan service level guarantee (SLG) yang ditetapkan regulator atau pemerintah. Sehingga, seluruh terminal Pelindo III, nantinya akan dapat memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan tersebut, agar dapat berkontribusi pada peningkatan efisiensi logistik di Tanah Air.

“Dengan komunikasi yang instens, kami menargetkan, dalam satu bulan ke depan sudah menemukan formula layanan yang tepat. Sehingga, tidak menganggu jalannya layanan kepelabuhan yang disediakan di Pelindo III,” ulasnya. (Budi R/MS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed