oleh

Wisuda Purna Wira Perwira Tinggi TNI AL Tahun 2018

Laporan Reporter: Budi Raharto Suryanasional.Com

Suryanasional.Com | Surabaya,- Dalam acara Wisuda Purna Wira Perwira Tinggi TNI AL Tahun 2018 Sebanyak 79 orang Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut mengikuti upacara Wisuda Purnawira di Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro, Surabaya,

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018. Sejumlah wisudawan tersebut terdiri dari satu Pati bintang empat yaitu mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, S.E., M.A.P., dua Pati bintang tiga yaitu mantan Wakasal Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Widodo, S.E., M.Sc., dan mantan Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E., M.H.,

Serta 35 Pati bintang dua dan 42 Pati bintang satu. Wisuda Purnawira Pati TNI AL tersebut terdiri dari tiga kegiatan yaitu upacara militer, ramah tamah, dan acara tradisi. Upacara militer dilaksanakan di lapangan Arafuru Akademi Angkatan Laut dan bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M..

Pasukan upacara terdiri dari satu batalyon Korsik, Satu batalyon Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut satu kompi Perwira Remaja, satu batalyon Kowal, satu batalyon Pomal, satu batalyon Taruna Akademi Angkatan Laut, satu batalyon Koarmada II, satu batalyon Kodiklatal, dan satu batalyon Pasukan Marinir

Setelah Pasukan Upacara memasuki lapangan, seluruh pasukan untuk melaksanakan Pemeriksaan dan Juga kerapian dan senjata. Selanjutnya, perwakilan Wisudawan bersama Aspers Kasal menempati tempat yang telah ditentukan, kemudian Kasal selaku Irup menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Wisudawan, dan amanat.

Upacara militer diakhiri dengan defile pasukan dan demo Genderang Suling Gita Jala Taruna serta upacara penurunan Bendera Merah Putih saat matahari terbenam.

Kemudian acara ramah tamah di gedung Maspardi Akademi Angkatan Lait yang diawali dengan sambutan Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan penyerarahan cinderamata dari Kasal kepada Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, S.E., M.A.P., penyerahan kartu tanda anggota Pepabri yang disampaikan Ketua Pepabri Jenderal TNI (Purn) Agum Gemelar kepada Laksdya TNI (Purn) Dr. Widodo, S.E., M.Sc.,

kartu tanda anggota Perip, penyerahan kartu tanda anggota PPAL yang disampaikan Ketua PPAL Lakdya TNI (Purn) Joko Sumaryono kepada Laksdya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E., M.H.,, dan penyerahan kartu tanda anggota Pipal serta ramah tamah.

Kegiatan dilanjutkan acara tradisi di lapangan Banda depan gedung R. Soebijakto yang dipimpin Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. Acara tradisi diawali perwakilan Wisudawan yaitu Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, S.E.,M.A.P., menaiki replika KRI Dewaruci dan bergerak perlahan-lahan diiringi lagu “Tanah Airku”, kemudian pewarisan nilai-nilai kepemimpinan TNI AL yang ditandai secara simbolis.

Penyerahan kemudi kapal di atas replika KRI Dewaruci dari perwakilan wisudawan yang dituakan, dalam hal ini mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi, S.E., M.A.P., kepada Letda Marinir Muhammad Faishal Djuhaeri perwakilan Perwira Remaja TNI AL penerima penghargaan Bintang Adhimakayasa tahun 2018.

Ini sebagai simbolisasi diteruskannya perjuangan dari generasi pendahulu kepada generasi penerus di jajaran TNI AL, agar terjalin ikatan batiniah yang kokoh dan kuat. Selanjutnya pemecahan kendi oleh Kasal, kemudian Wisudawan didampingi istri berjalan melewati gapura pedang, sebagai pertanda berakhirnya masa pengabdian di TNI AL khususnya.

Tradisi Wisuda Purnawira sebuah simbol dari akhir penugasan seorang pelaut sejati, namun secara hakiki pengabdian seorang prajurit tidak pernah berakhir. Upacara tradisi pelepasanPerwira Tinggi TNI AL diperuntukkan setiap Pati TNI AL yang telah memasuki purna bakti dan sekaligus merupakan perlambang saat terakhir pengabdian seorang Perwira Tinggi setelah mendharmabaktikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Upacara ini merupakan bentuk penghormatan yang tulus dari seluruh jajaran TNI AL kepada para pendahulu atas darmabaktinya bagi kemajuan TNI Angkatan Laut. Sengaja Bumimoro dipilih sebagai tempat penyelenggaraan adalah untuk bernostalgia mengenang kembali masa penggemblengan menjadi perwira, dan nilai-nilai yang telah dibangun melalui pengabdian panjang yang diwariskan kepada generasi penerus.(10-10-2018).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed