oleh

DPRD Bojonegoro Gelar Raker Pembahasan Perubahan KUAPPAS 2019

Bojonegoro Suryanasional.com – DPRD Bojonegoro menggelar Rapat kerja (raker) Badan Anggaran (Banggar) dengan tim anggaran pemkab Bojonegoro. Agenda pembahasan raker kali ini adalah pembahasan perubahan KUA – PPAS ( Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara ) APBD tahun anggaran 2019. Raker diadakan du ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Selasa ( 06/11/18).

Dalam Rapat kerja ini dipimpin oleh Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kusharyanto dan wakil ketua Syukur Priyanto yang dihadiri , tim anggaran pemkab Bojonegoro, Banggar DPRD Kabupaten Bojonegoro, anggota DPRD ,Kepala SKPD dan undangan lainnya

Ketua DPRD dalam sambutanya menyampaikan Agenda Raker hari ini
sebagai tindak lanjut dari rapat yang kemarin, prinsipnya DPRD sudah ada kesepahaman terkait dengan perubahan penyesuaian dengan pendapatan yang kita peroleh yang sudah diuraikan dalam surat Bupati
dan saat ini akan membahas masalah belanja Daerah.

Adapun uraian rekapitulasi belanja sebagai bentuk penyesuaian pelaksanaan program prioritas Bupati tahun 2019.

Dalam kesempatan ini PJ Sekda selaku ketua tim anggaran pemkab Bojonegoro menyampaikan.
dalam rangka pembahasan lanjutan revisi KUA – PPAS APBD 2019 terkait estimasi pendapatan yang mungkin pada saat nanti dalam pembahasan dimungkinkan ada penambahan dan penyesuaian dengan berbelanja

belanja daerah pada KUA – PPAS APBD 2019 sebesar 3,6 triliun ada penambahan sebesar 1 trilyun di KUA PPAS APBD 2019 menjadi 4,6 triliun.

Masih menurut PJ Sekda selaku Ketua Tim Anggaran ada tambahan dari beberapa dinas yang belum masuk usulan, terkait dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial di Bojonegoro .

pentingnya penanganan yang menjadi perhatian kita semua dari hal tersebut adalah Manusia Lanjut Usia, Dinas Sosial mengusulkan tambahan 1,5 milyar kemudian disabilitas berat mengajukan tambahan anggaran 750 juta rupiah dan bantuan untuk yatim piatu yang di luar panti, Inilah yang belum tercover baik dari sisi dana sehingga pada kesempatan ini diusulkan sebesar 10 milyar .

rencana pembangunan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro Bupati sudah menyetujui ” kata sekda .

untuk pembangunan gedung DPRD di butuhkan anggaran perencanaan sebesar 70 juta rupiah, sedangkan anggaran pembangunan gedung dan perlengkapan diperkirakan menelan 70 milyar serta untuk wilayah perbatasan pemasangan 4 video Tron , dan anggaran untuk badan riset daerah.

Menanggapi anggaran belanja tahun 2019 Sukur Priyanto menekankan, apa yang akan kita terima di tahun depan ini nominalnya cukup signifikan, realisasi rata-rata penyerapan anggaran harus maksimal, APBD Bojonegoro tahun depan ini asumsi kemampuan Belanda sekitar 4,6 triliun

Menurut Sukur, segenap masalah yang sangat kompleks yang ada di Bojonegoro baik itu masalah infrastruktur, sosial, pendidikan dan seluruh persoalan yang ada di dalamnya ia tidak ingin yang ada ini tidak dikelola secara baik dan maksimal karena masyarakat saat ini sedang menunggu keberadaan pemimpin baru.

kedepan dengan uang yang akan dimiliki sebesar itu harus diiringi sejauh mana kebijakan yang berorientasi untuk kepentingan masyarakat.

1 triliun penambahan kegiatan kita itu berapa persen yang dialokasikan untuk jalan berapa persen yang akan dialokasikan untuk pendidikan dan lain sebagainya Itu sudah saya minta komitmen dari para pihak, komitmen SKPD , pemerintah daerah akan dikerjakan secara maksimal untuk pemecahan masalahnya ” ujarnya.

Menurut Fauzan salah satu anggota DPRD dari Partai Demikrat Bojonegoro, terkait dengan program-program skala prioritas dari Bupati yaitu eksistensi lanjut usia, desabiltas berat, santunan yatim piatu di luar panti,dan warga sakit menahun,PMK, ekonomi kreatif, kaum dhuafa, kendaraan bagian pengawasan, Malll pelayanan serta dewan reset daerah ini sebuah terobosan yang sangat baik dan sangat bagus

setiap program yang menjadi program skala prioritas bupati ini harus berpihak kepada masyarakat ”ujar Fauzan.

Fauzan juga mengusulkan agar PMI (palang merah Indonesia ) Cabang Bojonegoro diberikan bantuan senilai 1 miliar karena PMI aktivitasnya ini luar biasa

saya melihat beberapa kali PMI Bojonegoro mengirimkan relawan-relawan ke daerah-daerah yang terkena bencana smseperi di Lombok bahkan sampai mengirimkan relawan-relawan ke Kupang untuk kepedulian kemanusiaan.

” Saya pikir dengan APBD sebesar ini realistis ketika PMI ini dikasih anggaran atau bantuan setelah 1 milyar ” katanya .

Fauzan menambahkan terkait dengan tempat pembuangan akhir kawasan sampah di kawasan barat saat ini di industri Migas yang sedang operasional sampai saat ini kita belum mempunyai tempat akhir pembuangan sampah yang memadai, Bagaimana kemudian bisa mengkonsentrasikan sampah atau limbah limbah industri dari kegiatan yang ada di wilayah barat Bojonegoro barat (tim/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed