oleh

BPN Serahkan Secara Simbolis Sertifikat Program PTSL di Desa Jumput Bojonegoro

Bojonegoro, Suryanasional.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro menyerahkan secara simbolis 636 sertifikat tanah bagi warga Desa Jumput. Jumlah tersebut sudah termasuk dari 80.000 sertifikat yang didapat Bojonegoro pada tahun 2018 kemarin. Penyerahan sertifikat tersebut turut disaksikan Bupati Bojonegoro Hj. DR. Anna Muawanah.

Kepala Desa Jumput, Ibtiyatun mengucapkan terima kasih dan selamat datang karena Desa Jumput selamat datang di desa jumput telah diilih menjadi tempat untuk penyerahan sertifikat tanah PTSL.

“Semoga kepercayaan ini menjadi motivasi demi perbaikan Desa Jumout di kemudian hari. Selain itu, dengan adanya program PTSL ini apa yang telah dicita-citakan warga desa jumput untuk bisa memiliki sertifikat tanah akhirnya bisa terwujud,” kata Ibtiyatun, Senin (14/01/2019).

Kepala BPN Kabupaten Bojonegoro Lampri, APtnh, S.H, M.H mengatakan bahwa jumlah penerima sertifikat di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu ini ada 636 penerima. Dia juga mengatakan alasan dipilihnya Desa Jumput ini atas asistensi Bupati Bojonegoro.

“Dipilihnya Desa Jumput sebagai temoat oenyerahan sertifikat PTSL ini atas pilihan ibu bupati sendiri. Hal ini disebabkan Desa Jumput adalah desa tang paling cepat dan paling awal dalam menyelesaikan administrasi. Sehingga nanti Desa Jumput bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Lampri.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi yang diwakili Kepala Bidang Infrastruktur pertanahan Kanwil BPN Provinsi Jatim Ir. Ketut Giri Melaya menjelaskan bahwa pemprov jatim diberikan target terbesar se Indonesia yaitu sebesar 7 juta penerima.

“Dalam program PTSL target Jawa Timur adalah terbesar se Indonesia, yakni hingga 7 juta penerima. Kabupaten Bojonegoro sendiri mendapat jatah paling besar yaitu sebesar 24 persen. Hal itu karena kami percaya bahwa Bojonegoro bisa mencapai target tersebut. Dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur atau mungkin daerah di Indoneaia,” kata Ka Kanwil BPN Provinsi Jatim Ir. Ketut Giri Melaya

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa momentum ini perlu disambut dengan rasa sukur dan bangga, karena Bojonegoro terpilih menjadi yang terbesar dalam target pengurusan sertifikat tanah dan menjadi yang terbaik.

“Semoga ini semua bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi daerah lain,” ungkap Bupati Bojonegoro.

Bupati menambahkan bahwa PTSL merupakan hal yang sangat luar biasa karena memudahkan masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah.

“Untuk tahun 2018 kemarin, Bojonegoro mendapatkan target 80.000 dan semua sudah terselesaikan dengan baik. Diharapkan tahun 2022 atau 2023 kebutuhan akan sertifikat ranah sudah terselesaikan,” pungkas Hj. DR. Anna Muawanah.

Acara penyerahan sertifikat yang dilaksanakan di pendopo Desa Jumput ini dihadiri oleh jajaran Forpimda Kabupaten Bojonegoro, Kepala Kanwil BPN Jawa Timur, BPN kabupaten Bojonegoro, Asosiasi Perbankan serta masyarakat sekitar.(Wahyu/Lex/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed