oleh

Peluncuran Buku “Kepemimpinan Nusantara” Karya Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio

Editor:Tri Karyono|Reporter,-Budi Raharto,-

Suryanasional.com|Bogor,- Dalam sambutan, Prof Dr Marsetio mengatakan bahwa Kepemimpinan mewakili salah satu kajian yang perlu menarik untuk diperbincangkan, sebab dibutuhkan keberlangsungan sebuah organisasi, lembaga, perusahaan, atau pun negara.

Keberhasilan sebuah negara, dalam mencapai tujuan nasionalnya sangat ditentukan oleh para pemimpinnya di berbagai pencapaian yang menggunakan kepemimpinannya.

Buku ini untuk membahas kepemimpinan di Indonesia, membahas masalah geografis yang berciri kemaritiman dengan jumlah pulau mencapai 17,499 pulau dan luas wilayah sekitar 6,5 juta km2 serta garis pantai sekitar 99,191 kilometer.

Posisi geografis sangat strategis, terletak di antara dua samudera dan dua benua, menjadi bagian dari Sea Lines of Communications (SLOCs) dan Sea Lines of Trade (SLOT) perdagangan dunia.

Penduduknya sekitar 257 juta berasal dari 1.340 suku bangsa dan 1.158 bahasa daerah, dengan adat istiadat yang berbeda-beda, sehingga tingkat kesejahteraannya belum sepenuhnya merata.

Buku ini juga membahas gaya kepemimpinan dan kepemimpinan para Presiden RI, terutama yang terkait dengan bidang kemaritiman. Selain itu, akar kepemimpinan di Nusantara juga dibahas, dengan mengambil sampel kepemimpinan di Pulau Jawa, sebagai anggota terbesar dari penduduk Indonesia. Kepemimpinan Jawa ditelusuri sejarah, nilai-nilai, dan filosofinya sejak masa kerajaan Jawa-Hindu hingga zaman kerajaan Mataram-Islam, serta di zaman modern. Selain itu dicontohkan juga bagaimana kepemimpinan Nusantara pra-Indonesia dalam menjalankan kepemimpinannya, terutama dalam kepemimpinan di bidang maritim.

Menhan RI dalam amanatnya memyampaikan, buku ”Kepemimpinan Nusantara”, sebuah buku yang sangat relevan dan sangat penting untuk dijadikan referensi dalam pembuatan kader – kader Pemimpin Nusantara ditengah derasnya.

“Nilai yang tinggi.” goyah untuk terus melangkah di dalam tantangan tantang dan rintangan, “kata Menhan.

Perpaduan Harmonis

Laksamana Marsetio dikenal sebagai pemimpin dan seorang cendekiawan TNI, di dalam darahnya mengalir perpaduan yang harmonis dari seorang Praktisi sekaligus sebagai seorang akademisi; Dia pernah menjadi pemimpin tertinggi di lingkungan TNI AL sekaligus sebagai Guru Besar, ini adalah perpaduan dan kombinasi yang sempurna untuk menjadi penulis yang baik.

Berbekal pengalamannya di lapangan digabungkan dengan teori kepemimpinan yang dipelajarinya membuat buku ini lebih penting untuk diambil intisarinya sebagai bekal sangat berharga bagi para generasi muda Indonesia di era milenial ini.

Menhan RI berharap dengan menerbitkan buku ini, bagi yang membacanya akan ikut menghayati akan nilai-nilai keadilan bagi pemimpin. 80%, sementara ilmu 5%, pengetahuan umum 5%, dan kemampuan dalam mengambil keputusan 10%.

Semua yang ditulis dalam buku ini, Calon Pemimpin Nusantara harus dipersiapkan untuk memulai proses pembangunan di Indonesia di semua lini untuk menuju Indonesia yang adil, makmur dan sentosa.

Pemimpin Indonesia juga harus terus memiliki jati diri yang dilandasi pancasila dan UUD 1945, mereka mengemban amanah untuk mempertahankan keutuhan NKRI sebagai harga Mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pemimpin Nusantara juga harus terus melanjutkan dan melestarikan Pancasila dan UUD 1945, karena Pancasila dan UUD 1945 menggunakan amanah dan nilai-nilai mulia khas bangsa Indonesia yang terdiri dari pondasi utama tetap utuh, NKRI kita tercinta.

Andi Widjajanto.

Selain dihadiri Menhan RI dan Pejabat di Lingkungan Universitas Pertahanan (Unhan) juga turut hadir sebagai pejabat Sekjen Kemhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji SAP, MA dan pejabat eselon 1 dilingkungan Kemhan dan Unhan, para wakil Rektor Unhanl, para guru besar Unhan, Kasal dari hadir ke masa, Pejabat TNI dilingkungan Mabes TNI / Angkatan, pejabat Kemenko Maritim, Kementerian Pariwisata, Kementerian ESDM, PT Arwana Citramulia Tbk., PT Sinar Mas, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), para Mantan Komite Kebijakan Publik (KKP), serta Letting AAL 26/81.

Di akhir acara Peluncuran Buku “Kepemimpinan Nusantara (Kepemimpinan Nusantara)” Juga dilakukan penyerahan alat musik kolintang oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Penny Iriana Marsetio Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia optimistis, alat musik kolintang akan mendapat pengakuan Perserikatan Bangsa-Bangsa Pendidikan Ilmiah dan Budaya (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia.

Menurut Ibu Penny, kolintang yang merupakan alat musik tradisional asal Sulawesi Utara adalah warisan budaya Indonesia yang berhak mendapatkan pengakuan UNESCO.

Ibu Penny mengatakan, PINKAN Indonesia bangga karena nusantara memiliki keragaman budaya dan tradisi yang ditentukan oleh Bhinneka Tunggal Ika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed