oleh

Cerita Seorang Guru Yang Merasakan Manfaat Program JKN-KIS

Bojonegoro, Suryanasional.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kembali memberikan manfaat kepada salah satu pesertanya. Salah satu peserta yang merasakan manfaat Program JKN-KIS adalah Itut Kartika Dewi, seorang Guru Bahasa Inggris di SMKN 2 Bojonegoro. Tika sapaan akrabnya, menceritakan pengalaman saat buah hatinya menjalani rawat inap di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro.

Tika menceritakan, Akhir tahun 2018 anaknya mengalami demam tinggi mencapai 38 derajat celcius. Pada saat itu, Itut Kartika Dewi merasa bingung untuk membawa anaknya ke rumah sakit karena biaya pas-pasan. Karena kondisi anaknya demam tinggi, Ika nekat membawa anaknya ke Rumah Sakit dengan jarak tempuh 15 menit dari rumahnya.

“Putus asa, itulah yang terlintas dalam hati dan pikiran saya. Tapi karena kami ada kartu JKN-KIS jadi tetap dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Di rumah sakit kami langsung masuk IGD dan diperiksa tim dokter, tidak menunggu lama dan proses administrasi selesai, anak saya, Ivan dirawat dengan pelayanan cepat dan sangat baik,” ungkapnya, Senin (20/9/2021).

Merasa tertolong akan manfaat dari Program JKN-KIS yang telah menyelamatkan nyawa anaknya, Tika tak henti-hentinya mengungkapkan rasa syukur kepada pemerintah dan seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membantu biaya pengobatan Ivan melalui iuran yang dibayarkan oleh peserta secara rutin setiap bulan.

Tika sangat menyayangkan jika masih ada peserta, khususnya keluarga Tika sendiri, yang masih menunggak iuran BPJS Kesehatan, karena ia sadar betapa pentingnya membayar iuran JKN-KIS demi keberlangsungan program yang sangat membantu masyarakat, khususnya dari kalangan yang kurang mampu.

“Berkat program ini, akhirnya anak saya bisa mendapatkan pertolongan dan pengobatan. Tidak ada biaya sepeser pun yang harus saya keluarkan. Semuanya berkat JKN-KIS,” jelasnya.

Menurut Tika, Tidak bisa dibayangkan berapa biaya yang harus ia keluarkan untuk pengobatan anaknya kalau tidak ada Program JKN KIS, mengingat tabungan yang ia miliki sudah menipis. Tika berharap, kesadaran masyarakat Indonesia akan Program JKN-KIS semakin meningkat, sehingga program ini bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Dengan adanya program JKN-KIS masyarakat harusnya bersyukur. Karena prgram tersebut sangat membantu, khususnya dalam pembiayaan kesehatan yang semakin hari semakin mahal. Dorongan batin Tika mengungkapkan bahwa dirinya bersedia membantu mensosialiasikan pentingnya membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin.

“Dengan iuran yang dibayar secara rutin, selain untuk menghindari denda pelayanan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit juga dapat membantu saudara kita di tempat lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucapnya. (Lex/Red)

News Feed