Oleh : Krat. Sudawam Setyodipuro, SH
Bojonegoro,Suryanasional.com – Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi kepentingan dan pencitraan, integritas menjadi sesuatu yang langka sekaligus sangat berharga. Banyak orang tergoda mengorbankan kejujuran demi kesenangan sesaat, jabatan, pujian, ataupun keuntungan pribadi. Padahal, tidak ada keberhasilan yang benar-benar bernilai jika diperoleh dengan mengorbankan kepercayaan.
Kepercayaan ibarat kaca. Sekali retak, mungkin masih bisa direkatkan, tetapi bekasnya tidak akan pernah benar-benar hilang. Karena itu, menjaga amanah jauh lebih penting daripada sekadar mencari pengakuan. Sebab manusia hebat bukan hanya mereka yang pandai berbicara, tetapi mereka yang mampu membuktikan setiap ucapan melalui tindakan nyata.
Hari ini kita menyaksikan begitu mudahnya orang mengumbar janji, namun sulit menepatinya. Mudah berkata setia, tetapi gampang mengkhianati. Mudah tampil baik di depan banyak orang, tetapi berbeda ketika tidak ada yang melihat. Inilah sebabnya mengapa integritas menjadi ukuran utama kualitas seseorang. Ketika ucapan dan perbuatan berjalan seiring, di situlah kehormatan lahir.
Jangan pernah mengorbankan integritas demi kenikmatan sesaat. Sebab kesenangan itu hanya sementara, sementara rusaknya nama baik bisa bertahan selamanya. Apa artinya dipuji banyak orang jika pada akhirnya kehilangan kepercayaan dari mereka yang benar-benar mengenal kita?
Jadilah manusia yang kata-katanya bisa dipegang. Bila berjanji, tepati. Bila dipercaya, jaga amanahnya. Bila salah, berani mengakui. Karena pada akhirnya, manusia tidak akan dikenang karena seberapa tinggi jabatannya atau seberapa besar hartanya, melainkan karena seberapa tulus, jujur, dan dapat dipercayanya dirinya.
Integritas memang tidak selalu membawa jalan yang mudah. Kadang ia menuntut pengorbanan, kesabaran, bahkan keberanian untuk berdiri sendiri di tengah banyaknya kepalsuan. Namun dari situlah martabat seseorang dibangun. Sebab kehormatan sejati lahir dari hati yang bersih, ucapan yang jujur, dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan.(red)
…. Camkan ….. !






