Kudus,Suryanasional.com – Ada pasar yang namanya unik seperti di luar negeri yakni negara Jepang, Ibu Kota Tokyo. Pasar tersebut berada di Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo.
Pasar tersebut diberi nama pasar ‘Tokiyo’ Lokasi pasar berada di pinggir jalan. Pantauan awak media di lokasi, Kamis (12/06/25), suasana pasar begitu ramai.
Pedagang menempati kios dan los di pasar yang dibangun pada tahun 2021 ini. Ada ratusan pedagang melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Kepala Desa Jepang, Indarto, mengatakan awalnya banyak pedagang kali lima (PKL) berjualan di pertigaan desa. Jumlahnya ada 120-an lebih. Mereka berjualan setiap pagi saja.
“Pasar Tokiyo Desa Jepang ini sebetulnya adalah pengembangan kawasan penataan PKL yang dibangun oleh pemerintah Desa Jepang pada tahun 2004, lha itu awalnya banyak pedagang anyaman bambu di pertigaan Desa Jepang sebelah selatan kemidian kelamaan jadi banyak pedagang dari kelontong sayur dan lain-lain,” katanya saat ditemui awak media.
Selanjutnya, Lanjut Indarto, Pemdes Jepang merelokasi pedagang yang semula berjualan di pertigaan jalan desa. Lalu mereka dipindah di tanah bengkok desa yang kosong. Total saat itu ada 146 PKL yang direlokasi ke tanah lapang tersebut.
“Setelah itu tahun 2004 Pemdes Jepang merelokasi pedagang yang selama ini berjual di pertigaan Desa Jepang di lokasi ini. Pada saat pembukaan tahun 2004 itu ada 146 pedagang,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, pada tahun 2020 sudah ada 300 pedagang, karena ada tambah terus tidak mungkin pedagang dibiarkan, dengan kondisi semrawut banyak pedagang menempati lahan sebetulnya tidak pada peruntukannya, sehingga tahun 2021 kita membangun pasar desa yang murni.
Menyinggung soal nama pasar, kata Indarto mirip dengan nama ibu kota sekaligus pusat ekonomi Negara Jepang yakni Tokyo. Hanya penulisan pasar ditulis ‘Tokiyo’.
Menurutnya hal tersebut untuk lebih mengenal pasar yang ada di Desa Jepang. Sebab, desanya diidentikkan warga luar daerah sama dengan Negara Jepang.
“Ini kebetulan desa kami adalah Jepang, dan ini pasar desa yang ada di Desa Jepang kami pengin untuk membuat ikon yang masyarakat mudah mengingat. Kita coba mencari nama yang hampir senada terkenal di luar Negeri, seperti itu,” tambahnya.
Pasar Tokiyo sendiri diresmikan pada tahun 2024 oleh Pemdes Jepang berada di luas tanah 6 ribu meter persegi. Pasar tersebut mampu menampung ratusan pedagang. Pasar Tokiyo pun sudah terisi oleh semua pedagang yang totalnya mencapai 300 an. Mereka berjualan sembako hingga kuliner.
Dengan penataan para pedagang di Pasar Tokiyo, tatap aja ada yang bandel yang berjualan semrawut yang tidak sesuai dengan aturannya.
Sehingga, per hari Sabtu (14/6/25) pengelola Pasar Tokiyo mengeluarkan peringatan “Pedagang yang tidak menyewa atau tidak memiliki lapak dilarang berjualan di Pasar Tokiyo Desa Jepang”. (AD)






