Kudus, Suryanasional.com – Suasana penuh semangat dan sportivitas tampak memenuhi GOR Tenis Indoor Kudus dalam laga persahabatan pencak silat antara Akademi Pencak Silat Bangau Ruyung Kudus dan Padepokan Satria Naga Perisai Diri Boyolali, Ahad (22/6/2025). Acara ini digelar dalam bentuk try out bersama guna mengasah kemampuan tanding atlet-atlet muda dari kedua daerah.
Pertandingan yang berlangsung sejak siang ini mempertandingkan berbagai kelas usia dan berat badan, mulai dari kategori pra remaja, remaja hingga dewasa. Tak hanya sebagai ajang uji kemampuan teknik laga, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar padepokan pencak silat di Jawa Tengah.
“Kami ingin membiasakan para atlet untuk bertanding dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Try out ini juga jadi sarana evaluasi kemampuan sebelum mengikuti kejuaraan resmi,” ujar pelatih Akademi Pencak Silat Bangau Ruyung Kudus, Mas’ud.
Pertandingan ini, Lanjut Mas’ud, merupakan laga persahabatan yang kedua, dari sebelumnya yang pertama pihak pesilat Kudus datang ke Boyolali sedangkan yang kedua gantian Pesilat Boyolali datang ke Kudus.
“laga persahabatan ini, untuk persiapan menghadapi kejuaraan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) RI tingkat Internasional di Jakarta pada bulan Juli yang akan datang” tuturnya.
Selain pertandingan, acara juga diisi dengan sesi evaluasi teknik dan sharing strategi antar pelatih. “Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai atlet silat yang tangguh, berprestasi, dan menjunjung nilai-nilai luhur pencak silat” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Padepokan Satria Naga Perisai Diri Boyolali, Iwan Setiadi, merasa bangga dan mengapresiasi sambutan hangat tuan dari rumah Bangau Ruyung Kudus.
“Ini merupakan balasan dari kami yang sebelumnya sudah main ke ke Boyolali, meskipun kami membawa sekitar 15 atlet, dan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.
Menurutnya, pertandingan persahabatan seperti ini harus diperbanyak karena lebih ekonomis dibandingkan dengan mengikuti pertandingan kejuaraan-kejuaran yang notabene melatih mental dan teknik anak-anak.
“Selain banyak latihan, atlit diusahakan banyak bertanding agar tau kemampuannya, salah satunya pertandingan persahabatan ini nanti bisa dievaluasi” tukasnya.
Ketua KONI Kudus, Sulistiyanto, mengapresiasi Akademi Pencak Silat Bangau Ruyung Kudus yang merupakan salah satu bagian dari Cabor Pencak Silat, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang mau mengadakan uji tanding.
“Kalau aktif mengadakan uji tanding itu suatu hal yang luar biasa karena untuk menguji kemampuan para atlitnya. Langkah-langkah seperti itu sangat tepat” tuturnya.
Dari uji tanding itu, Kata Dia, bisa mengukur kemampuan atlit supaya bisa termotivasi untuk selalu lebih baik dan lebih berprestasi lagi.
“Yang jelas namanya pembinaan ya seperti Bangau Ruyung ini, ada latihan kemudian uji tanding selanjutnya pertandingan kejuaraan” jelasnya.
Pihaknya berharap, semoga cabang olahraga yang lain bisa meniru jejak Akademi Pencak Silat Bangau Ruyung dengan berani uji tanding yang bisa mengetahui dan meningkatkan kemampuan atlit. (AD)






