Resahnya pedagang Daging Ayam Terkait  Beda Harga Jual di Dalam dan Luar Pasar Bangil

Pasuruan,Suryanasional.com – Pasuruan-Sejumlah pedagang daging ayam di dalam Pasar Bangil resah dalam dua minggu terakhir, bahkan menjerit setelah ada tekanan dari pedagang daging ayam di luar Pasar yang menjual dengan harga sangat murah.

Tekanan harga yang murah ini membuat ritme penjualan daging ayam milik pedagang di dalam pasar semerawut. Omset penjualan terjun bebas..

Sampai akhirnya, banyak pedagang mengalami kerugian setiap harinya akibat daging ayam yang mereka beli dari suplier lokal sedikit yang laku dijual di pasar.

Polemik ini akhirnya didengar oleh instansi terkait sehingga dilakukan mediasi antara pedagang di dalam dan luar pasar di Kantor Kecamatan Bangil, Senin (28/7/2025) siang.

Hasilnya, disepakati bahwa ada penyesuaian harga jual daging ayam yang membuat polemik sebelumnya, sekalipun tidak dibuat aturan secara resmi.

Sebelumnya, harga penjual daging ayam di dalam pasar digempur dengan harga murah. Ada selisih per kilogram sampai Rp 6.000.

Sekadar informasi, harga pedagang daging ayam biasanya menjual per kilogramnya Rp 29.000 – Rp 30.000. Tapi, dua minggu terakhir digempur dengan harga Rp 23.500.

Kholilah, salah satu suplier ayam potong Konvesinal mengaku omset penjualannya menurun drastis ,Yang awalnya, sehari bisa dua ton sekarang 1 ton lebih.
Dia mengaku keberatan dengan iklim persaingan usaha yang tidak sehat ini. Menurutnya, harga yang dipatok pedagang baru itu membuat kalang kabut.
“Kalau mau usaha, silahkan saja. Jangan membuat situasi usaha tidak baik. Jangan menghancurkan harga yang sudah pada umumnya,” paparnya.

Kholilah mengaku tidak tega melihat pedagang kecil yang mungkin hanya membawa 10 Kilogram setiap harinya dan dijual eceran/potongan di pasar.
“Kalau digempur dengan harga terlalu murah dari pabrik begini, mungkin pemain besar masih untung, tapi kalau pemain kelas kecil yang goyah,Kalau selisih Rp 1.000 per kilogramnya masih masuk akal. Tapi ini selisihnya sudah lebih dari Rp 5.000, makanya harus disesuaikan,” jelasnya. Kalau diserbu dengan disperitas harga sampai 5000, kasian pedagang kecil

Dalam forum tadi juga pedagang baru yang mematok harga murah bersedia menaikkan harga tapi maksimal Rp 27.000 per kilogramnya. Dia merasa harga itu belum wajar.
“Maksud saya itu kalau dia pemain besar, silahkan bermain di pasar besar, jangan memborbardir pedagang kecil seperti ini,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan Bangil Budi Mulyono mengaku akan tetap mengawasi dan memfasilitasi pedagang. Mediasi ini untuk mencari jalan tengah dan solusi.
“Tadi pak Roby, pedagang baru siap menjual harga Rp 27.000 per kilogram mulai 1 Agustus, nanti kita lihat bagaimana teknis pelaksanaannya,” jelasnya.

Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindag Kabupaten Pasuruan Deddy Irawan mengatakan, kalau pemerintah tidak bisa mempengaruhi harga.

Disampaikannya, itu sudah masuk dalam ranah pedagang. Sebab, pedagang ini kan punya suplier barang dengan harga yang beragam.
“Kesimpulannya, harga tidak bisa diseragamkan karena masing – masing punya harga berbeda. Yang jelas, kami ingin pedagang rukun dan kondusif,” tegasnya.(Nam)