Tradisi Saparan 2025 Desa Ngembal Kulon Kudus Angkat Semangat Budaya dan Gaya Hidup Berkelanjutan

Kudus, Suryanasional.com – Pemerintah Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sukses menggelar rangkaian acara tahunan Tradisi Saparan yang berlangsung dari akhir Juli hingga awal Agustus 2025. Mengusung tema “Kreatifitas dan Inovasi dengan Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan”, tradisi ini bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ajang edukatif bagi warga.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi, menyampaikan bahwa acara Saparan 2025 melibatkan berbagai kegiatan seperti lomba menggambar, lomba fashion show, doa bersama yang digelar Sabtu (2/8), hingga puncaknya berupa karnaval budaya pada Minggu (3/8) yang diikuti lebih dari 20 RT dari Desa Ngembal Kulon serta partisipasi dari warga Kauman Kidul, Desa Ngembalrejo.

“Ini adalah wujud bagaimana masyarakat berkreasi dan berinovasi untuk mengasah kemampuan mereka. Saparan menjadi ajang menampilkan ide-ide kreatif warga sebagai bagian dari pelestarian budaya dan upaya menuju kemajuan tanpa melupakan sejarah,” ujar Khanafi, Ahad (3/8/2025).

Tradisi Saparan sendiri merupakan bentuk rasa syukur warga atas kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang diterima. Hal ini ditandai dengan doa bersama dan doa tolak balak yang dipusatkan di makam Mbah Buyut Pancowati setiap bulan Safar, Sabtu Legi, dalam kalender Jawa.

Sejak empat tahun terakhir, pelaksanaan tradisi ini diperluas dengan menambahkan elemen edukatif dan hiburan seperti karnaval budaya, bazar UMKM, lomba burung perkutut, lomba voli, pentas seni, serta lomba mewarnai.

Ketua panitia acara, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa rangkaian puncak acara ditandai dengan Kirab Budaya Gulungan, diikuti oleh sekitar 30 rombongan dari berbagai RT, RW, serta sekolah di lingkungan Ngembal Kulon.

“Tradisi ini erat kaitannya dengan Mbah Buyut Pancowati sebagai simbol gotong royong dan sedekah bumi. Harapan kami, generasi penerus bisa terus menjalankannya agar budaya dan nilai-nilai luhur ini tetap lestari,” ujar Agus.

Salah satu peserta karnaval, Kusmiatun dari RT 3 RW 2, mengungkapkan rasa bahagianya bisa turut memeriahkan acara.

“Acaranya meriah dan penuh semangat. Kami tampil dengan tema kerajaan Jawa, dan ada sekitar 100 peserta dari RT kami. Harapannya bisa juara dan kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun,” ujarnya dengan semangat.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi, baik dari segi jumlah partisipan maupun dukungan dana dan tenaga dari warga. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen masyarakat Ngembal Kulon dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup berkelanjutan.

Dengan keberhasilan pelaksanaan Tradisi Saparan 2025 ini, Desa Ngembal Kulon kembali menegaskan identitasnya sebagai desa yang menjunjung tinggi warisan leluhur sembari terus mendorong kemajuan dan inovasi masyarakatnya. (AD)