Jombang, Suryanasional.com | Kabar penting bagi para peternak di Kota Beriman! Menanggapi kemunculan kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Peternakan (Disnak) Jombang tidak main-main. Sebanyak 18.000 dosis vaksin langsung digaspol untuk melindungi ternak di seluruh pelosok kecamatan.
Langkah cepat ini diambil menyusul terdeteksinya puluhan kasus PMK sejak awal tahun 2026. Musim hujan yang lembap ternyata menjadi “sahabat” bagi virus ini untuk menyebar, dan Disnak Jombang memilih jalur ofensif dengan vaksinasi massal.
Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem saat ini membuat daya tahan ternak rawan jebol.
“Musim hujan bikin lingkungan lembap, virus jadi lebih ganas. Kami imbau peternak jangan ragu, manfaatkan vaksinasi gratis ini demi keamanan aset Anda,” tegas Saleh, Rabu (4/2).
Selain faktor cuaca, ada tiga “biang kerok” yang perlu diwaspadai petugas.
Populasi Pedet (Anak Sapi), Banyak yang belum sempat divaksin sehingga jadi sasaran empuk virus.
Lalu Lintas Ternak, Masuknya hewan dari luar daerah yang status kesehatannya masih “abu-abu”.
Kelembapan Tinggi, Mempercepat inkubasi virus di kandang.
Data hingga pertengahan Januari 2026 menunjukkan sudah ada 32 ekor sapi yang terkonfirmasi positif di 10 kecamatan. Berikut rinciannya agar kita lebih waspada.
Jogoroto: 15 Kasus (Terbanyak)
Jombang dan Perak, Masing-masing 3 Kasus,
Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, Sumobito: Masing-masing 2 Kasus.
Kudu, Mojowarno, Peterongan, Masing-masing 1 Kasus.
Sebanyak 13 tim ahli diterjunkan untuk menyisir seluruh wilayah. Fokus utama bukan hanya kandang warga, tapi juga titik vital seperti.
Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, Mojoagung.
Vaksinasi tahap pertama ini ditargetkan tuntas sepanjang Februari 2026. Jadi, bagi anda pemilik sapi, kambing, atau domba, siapkan ternak Anda untuk mendapatkan proteksi maksimal!
(Anik)






