Jombang, Suryanasional.com – Pemerintah Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, resmi mengoperasikan Gedung Polindes di Dusun Rejoslamet, Jumat (13/2/2026).
Kehadiran fasilitas ini menandai penguatan layanan kesehatan dasar berbasis desa yang berorientasi pada akses cepat, responsif, dan berkelanjutan, terutama bagi ibu dan anak.
Peresmian tersebut menjadi langkah strategis Pemdes Mancilan dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan tingkat pertama, seiring kepadatan penduduk dan dinamika aktivitas masyarakat yang tinggi.
Polindes ini diproyeksikan sebagai garda terdepan pelayanan sebelum pasien dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit.
Kepala Desa Mancilan, Atim Ridwan, menegaskan bahwa pembangunan Polindes merupakan prioritas pembangunan desa yang dirancang secara matang dan bertahap.
“Alhamdulillah, pembangunan telah rampung 100 persen. Kesehatan warga adalah investasi jangka panjang desa, sehingga harus disiapkan dengan perencanaan dan kualitas yang baik,” ujarnya.
Gedung Polindes dibangun melalui Anggaran Dana Desa senilai total Rp160 juta, yang direalisasikan dalam dua tahap: Rp80 juta pada 2024 dan Rp80 juta pada 2025. Skema bertahap tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi sekaligus memastikan tata kelola anggaran berjalan efektif dan akuntabel.
Selain difungsikan sebagai Polindes, bangunan ini juga menjadi pusat kegiatan Posyandu serta ruang pelayanan kesehatan harian masyarakat. Fasilitas tersebut termasuk dalam kategori Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memperkuat peran kader dan PKK dalam pemantauan tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil.
Camat Mojoagung, Anjik Eko Saputro, menjelaskan bahwa lokasi Polindes berada di kawasan strategis, dekat area Makam Mbah Sayyid Sulaiman yang memiliki aktivitas masyarakat dan peziarah selama 24 jam.
“Letaknya sangat tepat karena mobilitas warga di kawasan ini tinggi sepanjang hari. Dengan operasional 24 jam, Polindes dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan maksimal,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar fasilitas tersebut benar-benar hidup dan optimal. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Puskesmas Mojoagung untuk penyediaan tenaga medis, termasuk bidan desa dan rencana penambahan tenaga perawat pada tahun ini.
Kepala Puskesmas Mojoagung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemdes Mancilan dalam meningkatkan infrastruktur kesehatan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Bangunan sudah representatif dan memadai. Ini menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional dan humanis,” ujarnya.
Selain penguatan SDM tenaga medis, pertemuan tersebut juga menegaskan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan lain, termasuk PKU Muhammadiyah, guna mendukung kelengkapan alat kesehatan dan sistem rujukan yang lebih terintegrasi.
Apresiasi juga diberikan kepada kader PKK dan kader kesehatan desa sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
Dengan operasional Polindes yang kini berjalan penuh, Desa Mancilan diharapkan mampu menjadi model kemandirian layanan kesehatan desa, mengintegrasikan infrastruktur, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat dalam satu sistem pelayanan yang berkelanjutan.
Acara peresmian dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Mojoagung, Danramil, perwakilan Kapolsek, perangkat desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas dan PKU Muhammadiyah, anggota BPD, serta tokoh masyarakat setempat.(Anik).






