‘Ngangsu Kaweruh’ ke Jakarta, Bupati Pasuruan Bersama Diskoperindag Incar Pasar Mandiri dan Modern

Jakarta, Suryanasional.com – Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sutejo melakukan kunjungan kerja ke Perumda Pasar Jaya Jakarta untuk mempelajari strategi pengelolaan pasar rakyat yang mandiri dan inovatif. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasar daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Rusdi didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Taufikhul Ghony serta Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TPPPD). Rombongan diterima oleh Direktur Perkulakan dan Ritel Perumda Pasar Jaya, Sumanto.

Bupati Rusdi mengungkapkan, banyak hal yang dapat dipelajari dari pengelolaan Pasar Jaya, terutama dalam hal inovasi pemanfaatan aset. Salah satu yang menarik perhatian adalah penggunaan atap pasar (rooftop) yang disulap menjadi fasilitas olahraga seperti futsal dan padel yang disewakan, sehingga mampu menghasilkan pendapatan tambahan di luar retribusi.

“Dari penjelasan yang kami terima, banyak inspirasi yang bisa diterapkan. Ternyata aset pasar bisa dimaksimalkan menjadi sumber pendapatan baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 32 pasar rakyat di Kabupaten Pasuruan masih dikelola langsung oleh Diskoperindag. Kondisi tersebut membuat seluruh kebutuhan perbaikan dan pengembangan pasar harus bergantung pada APBD, sehingga kurang fleksibel dalam pengelolaannya.

Menurutnya, model Perusahaan Umum Daerah (Perumda) seperti yang diterapkan Pasar Jaya menjadi salah satu solusi untuk menciptakan pengelolaan pasar yang lebih mandiri dan profesional.

“Kami ingin mempelajari core business-nya. Dengan model Perumda, pengelolaan keuangan lebih fleksibel dan pasar bisa berkembang tanpa terus membebani APBD,” tegasnya.

Selain mempelajari sistem pengelolaan, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama perdagangan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menawarkan berbagai produk unggulan daerah, seperti susu sapi, sayuran segar, dan telur, untuk dapat dipasarkan melalui jaringan Pasar Jaya di Jakarta.

Bupati Rusdi berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperluas akses pasar bagi produk lokal Pasuruan hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony menilai kolaborasi ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan daya saing produk daerah.

“Ini langkah baik agar produk Pasuruan semakin dikenal luas dan memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan, tidak hanya di Jakarta tetapi juga secara nasional,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menggelar diskusi teknis guna membahas kemungkinan implementasi kerja sama, termasuk model bisnis, pembentukan Perumda, serta optimalisasi aset pasar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. (An)