Di Usia 48, H. Rochmawan Pilih Panggung Syukur, Bukan Pesta

Gempol,Suryanasional.com — Lampu Rizky Sport Center malam itu menyala terang. Tapi sorotan utama bukan pada panggung musik. Sorotannya tertuju pada tangan-tangan kecil anak yatim piatu yang satu per satu menerima santunan dari H. Rochmawan.

Senin malam (4/5/2026), di usia 48 tahun, pemilik PT Rizky Megatama Sentosa itu memutuskan merayakan dengan cara yang berbeda. Tak ada kemewahan. Yang ada hanya doa, berbagi, dan ruang kebersamaan di Jalan Raya Apollo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol.
“Usia yang bertambah harus dibayar dengan manfaat yang ditinggalkan. Saya percaya, harta yang paling berkah adalah harta yang bisa membuat orang lain tersenyum,” kata H. Rochmawan di tengah acara.

Rangkaian tasyakuran dimulai sejak sore. Puluhan anak yatim dari wilayah sekitar menjadi tamu pertama. Bagi H. Rochmawan, santunan bukan formalitas. Itu wujud syukur yang paling jujur.
“Saya tidak ingin ulang tahun ini hanya jadi perayaan pribadi. Kalau bisa, ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian kita bersama terhadap sesama, terutama anak-anak yang membutuhkan,” tambahnya.

Rizky Sport Center malam itu seperti ruang tamu terbuka. Perwakilan Pemprov Jawa Timur, Pemkab Pasuruan, Muspika Gempol, hingga kolega bisnis duduk berdampingan dengan warga. Formalitas mencair ketika OM Adella naik panggung. Musik dangdut mengalun, tapi suasana tetap khidmat dan tertib.

Pengamanan juga tak dianggap remeh. Polres Pasuruan, Polsek Gempol, Kodim 0819 Pasuruan, dan Koramil Gempol berjaga sejak awal hingga akhir acara. Hasilnya: seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar.

Di tengah sambutan, H. Rochmawan menyisipkan pengingat dari Al-Qur’an Surah Al-Qasas ayat 77.
“Allah sudah berpesan agar kita mencari pahala akhirat dari nikmat yang Dia berikan, tapi jangan lupa bagian kita di dunia. Bagi saya, bagian itu adalah berbagi dan bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.

Bagi dia, tasyakuran ini bukan akhir. Ini pengingat bahwa setiap keberhasilan usaha membawa tanggung jawab sosial.

Dan malam itu, tanggung jawab itu dijawab dengan cara paling sederhana — berbagi, berdoa, dan merajut kembali hubungan antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.(An)