Bojonegoro,Suryanasional.com – Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus digencarkan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Kali ini, program Safari Gemarikan atau Gerakan Gemar Makan Ikan digelar di Desa Kalirejo, Kamis, 7 Mei 2026, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, pelaku UMKM hingga kelompok perikanan desa.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian besar karena anggota DPR RI Komisi IV Eko Wahyudi langsung hadir di tengah masyarakat untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein utama guna menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Eko Wahyudi menegaskan bahwa konsumsi ikan harus menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Menurutnya, ikan memiliki kandungan protein tinggi yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak serta kesehatan keluarga.
“Ikan bukan hanya makanan biasa, tetapi sumber gizi terbaik untuk menciptakan generasi sehat dan cerdas. Karena itu kami ingin masyarakat semakin gemar makan ikan,” ujar Eko Wahyudi.
Tidak hanya sosialisasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian ikan segar secara simbolis kepada masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak acara dimulai. Banyak masyarakat berharap program seperti ini dapat dilakukan secara rutin karena dinilai sangat membantu kebutuhan pangan keluarga.
Eko Wahyudi menjelaskan, program Gemarikan tidak hanya fokus pada peningkatan konsumsi ikan, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui hilirisasi sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro harus mampu dimanfaatkan untuk memperkuat UMKM pangan berbasis produk lokal. Karena itu, sasaran utama program ini juga menyentuh pelaku industri kecil dan menengah yang bergerak di bidang olahan makanan bergizi.
“UMKM harus naik kelas. Produk-produk olahan pangan berbasis ikan dan hasil pertanian lokal harus bisa berkembang karena itu akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dipilihnya Desa Kalirejo sebagai lokasi kegiatan disebut bukan tanpa alasan. Desa tersebut dinilai memiliki potensi perikanan yang cukup besar karena berada di sekitar aliran Bengawan Solo. Selain itu, banyak warga yang memiliki kolam ikan mandiri di lingkungan rumah sehingga mendukung terbentuknya ekosistem perikanan masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai sangat strategis untuk mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan konsumsi ikan di tingkat desa. Pemerintah berharap Kalirejo dapat menjadi contoh pengembangan kampung perikanan berbasis masyarakat di Bojonegoro.
Dalam kesempatan itu, Eko Wahyudi juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi permanen antara pemerintah pusat dan daerah agar program peningkatan gizi masyarakat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Menurutnya, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, tenaga kesehatan, pelaku UMKM hingga komunitas desa.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat sehat, kebutuhan protein tercukupi, angka stunting turun, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tandasnya.
Kegiatan Safari Gemarikan di Kalirejo tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sektor perikanan dan pertanian dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan kesehatan dan ekonomi masyarakat secara bersamaan.(red/Lex)






