BOJONEGORO,Suryanasional.com – Pengukuhan Majelis Alumni IPNU Bojonegoro yang berlangsung di Singapore Restro & Coffee Shop, Minggu (10/5/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi alumni sekaligus mendukung program pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi berbagai program prioritas pemerintah daerah di sektor pendidikan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhradlo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan daerah yang harus dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan adalah pondasi utama dalam pembangunan daerah. Pelayanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau harus bisa diakses semua warga,” ujar Anwar Mukhradlo di hadapan peserta pengukuhan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat berbagai program bantuan pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi beasiswa pondok pesantren, beasiswa bagi keluarga kurang mampu, hingga bantuan penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa.
Sementara itu, program Scientist dan Satu Desa 10 Sarjana saat ini masih menunggu penyesuaian regulasi terbaru melalui perubahan peraturan bupati agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Menurut Anwar, keberlanjutan program-program pendidikan tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar masyarakat sekaligus mendorong peningkatan taraf hidup warga Bojonegoro pada masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan juga mengajak pelajar serta calon mahasiswa agar aktif memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan yang telah disediakan pemerintah dengan memenuhi persyaratan yang berlaku. Informasi terkait program beasiswa dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun secara langsung di kantor Dinas Pendidikan.
Ketua Majelis Alumni IPNU Bojonegoro, Miftahul Huda, mengajak seluruh kader IPNU-IPPNU mulai tingkat cabang, kecamatan hingga desa untuk ikut menyosialisasikan berbagai program beasiswa kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Menurutnya, masih banyak pelajar di desa yang belum memperoleh informasi memadai terkait akses bantuan pendidikan. Karena itu, kader organisasi diharapkan hadir sebagai penghubung informasi sekaligus pendamping masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan.
“Membahas pendidikan sama halnya sedang menyusun tatanan kehidupan yang berkualitas di masa mendatang,” kata Miftahul Huda.
Sementara itu, Wakil Bidang Organisasi PCNU Bojonegoro, Syaifudin Idris, menyampaikan apresiasi terhadap visi Majelis Alumni IPNU Bojonegoro yang dinilai mampu menjadi wadah kolaborasi alumni lintas profesi untuk mendukung pembangunan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, alumni IPNU diharapkan mampu berperan aktif membantu anak-anak desa yang mengalami keterbatasan akses pendidikan, minimal melalui penyebaran informasi program bantuan pendidikan.
“Pendidikan adalah satu-satunya cara meningkatkan kesejahteraan. Alumni harus memfasilitasi anak desa yang kesulitan sekolah, minimal dengan memberikan informasi akses pendidikan,” tegasnya.
Syaifudin juga mengingatkan agar Majelis Alumni IPNU tidak hanya menjadi wadah formal bagi kader purna organisasi, tetapi mampu berkembang menjadi ruang kolaborasi produktif yang terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Nahdlatul Ulama.
“Silakan mengembangkan diri sesuai kompetensi masing-masing. Tapi jangan lupa, kembalilah ke IPNU dan NU untuk berkontribusi,” pesannya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Alumni IPNU Pusat, Imam Fadli. Ia menilai, kekuatan besar alumni akan tercipta apabila seluruh elemen mampu bersatu dan bergerak bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, Majelis Alumni IPNU Bojonegoro memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk menyukseskan program Satu Desa 10 Sarjana yang dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi masa depan daerah.
“Posisi dan peran strategis Majelis Alumni IPNU harus diberdayagunakan demi kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu dibutuhkan komitmen dan konsistensi arah perjuangan organisasi,” ujarnya.( Red )






