Disperindag Pasuruan Gelar Ujian Kompetensi IKM, Targetkan Produk Lokal Naik Kelas Lewat Sertifikasi BNSP

Pasuruan,Suryanasional.com — Tepat pukul 09.00 WIB, suasana ruang pelatihan di Kabupaten Pasuruan berubah khidmat. 50 peserta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) duduk tegak, lembar soal ujian kompetensi terbentang di hadapan mereka. Ini bukan sekadar ujian. Ini adalah ujian naik kelas.

Di balik deretan peserta, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan mengawal langsung jalannya ujian. Monitoring dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai standar dan para peserta mendapat perlakuan yang adil.

Kepala Bidang Diskoperindag, *Sukiswo*, menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini adalah investasi jangka panjang bagi IKM Pasuruan.

“*Semua yang dilatih hari ini bisa mendapatkan ilmu yang benar-benar bermanfaat serta bisa memiliki sertifikat pelatihan BNSP. Setelah itu, mereka bisa mengembangkan ilmunya sehingga bisa meningkatkan penjualan dan menaikkan IKM di Kabupaten Pasuruan*,” ujarnya.

Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi pembeda. Dengan sertifikat itu, pelaku IKM tak lagi sekadar “penjual di pasar”, tapi produsen bersertifikasi yang siap masuk rantai pasok modern, mengikuti tender, hingga menembus pasar ekspor.

Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Pasuruan dalam mengangkat derajat IKM lokal. Dukungan bukan hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga pendampingan, fasilitasi perizinan, hingga akses permodalan.

“*Pemkab Pasuruan berkomitmen penuh untuk mendorong IKM naik kelas. Kami tidak ingin pelaku usaha kecil hanya bertahan, kami ingin mereka tumbuh, berkembang, dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah*,” tegas Sukiswo.

Bagi Pemkab, IKM yang kuat berarti lapangan kerja terbuka, pendapatan warga meningkat, dan produk Pasuruan dikenal lebih luas. Dari ruang ujian pagi ini, diharapkan lahir pengusaha-pengusaha baru yang siap membawa nama Pasuruan bersaing di kancah nasional.(An)