DPRD Minta Proyek Banyugeni Aman, Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja Lokal

BOJONEGORO,Suryanasional.com – Komisi B DPRD Bojonegoro meninjau proyek eksplorasi migas Sumur Banyugeni di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (22/7). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut berjalan sesuai rencana, mengedepankan keselamatan kerja, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Peninjauan merupakan tindak lanjut hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD dan pertemuan Komisi B dengan PT Pertamina EP Field Sukowati. Berdasarkan hasil monitoring, progres pembangunan fisik sumur Banyugeni kini telah mencapai sekitar 70 persen.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, proyek tidak hanya diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan masyarakat lokal.

“Kami melihat progres pekerjaan berjalan sesuai tahapan. Harapannya, manfaat proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat Bojonegoro, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal,” ujarnya.

Komisi B juga mengapresiasi komitmen PT Pertamina EP bersama PT ESS selaku pelaksana proyek yang telah melibatkan tenaga kerja lokal, vendor, serta pelaku usaha pendukung. DPRD mendorong agar peluang bagi UMKM, jasa konstruksi, katering, penginapan, transportasi, laundry, hingga penyedia logistik lokal terus diperluas selama proyek berlangsung.

Selain manfaat ekonomi, DPRD menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mengingat lokasi proyek berada di sekitar kawasan pertanian dan permukiman, perusahaan diminta terus memperkuat sistem pengamanan serta memastikan operasional berlangsung aman tanpa mengganggu aktivitas warga.

“Kami mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap aspek keselamatan. Namun, penyempurnaan sistem pengamanan tetap perlu dilakukan sebagai langkah preventif demi melindungi pekerja maupun masyarakat,” tegas Sally.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Didik Trisetyo Purnomo menambahkan, kesiapan fasilitas kesehatan dan sistem tanggap darurat juga harus menjadi perhatian utama selama proyek berjalan.

“Keselamatan pekerja adalah prioritas. Fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan sistem penanganan darurat harus selalu siap mendukung operasional,” katanya.

Menanggapi masukan DPRD, Perwakilan Pelaksana Proyek PT ESS, Indra Septian, memastikan proyek dijalankan dengan mengutamakan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Hingga kini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen sesuai target.

Ia menyebut perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan di Kecamatan Kepohbaru dalam pelibatan sumber daya lokal. Saat ini terdapat 26 tenaga kerja lokal yang terlibat langsung di proyek, didukung armada lokal untuk menunjang operasional.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan pemerintah desa, Forkopimcam, vendor lokal, dan masyarakat. Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar,” ujar Indra.

DPRD berharap sinergi antara PT Pertamina EP, PT ESS, pemerintah daerah, pemerintah desa, Forkopimcam, dan masyarakat terus diperkuat agar proyek Banyugeni selesai tepat waktu, mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Bojonegoro.(red)