Mahasiswa KKN Jatiblimbing Sulap Jagung Jadi Kerupuk, Rambutnya Diolah Jadi Minuman

BOJONEGORO,Suryanasional.com – Jagung tak hanya bisa dijual dalam bentuk mentah maupun kering. Komoditas pertanian yang menjadi salah satu potensi Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Bojonegoro, itu mulai dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan mahasiswa KKN Jatiblimbing 2026 melalui pelatihan pembuatan kerupuk jagung dan minuman berbahan rambut jagung. Kegiatan berlangsung di Posko KKN Jatiblimbing 2026, Dukuh Ngembet, RT 009/RW 002, Sabtu (8/8/2026).

Pelatihan yang digelar pukul 15.00–17.00 WIB tersebut menyasar warga setempat, khususnya ibu-ibu RT 009. Kegiatan dihadiri Kepala Dusun Ngembet, jajaran perangkat dusun, serta tujuh warga.

Kepala Dusun Ngembet, Putri, dalam sambutannya mendorong masyarakat agar tidak berhenti pada penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, potensi yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Semoga hasil pertanian yang ada di sekitar bisa dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan jagung yang dipandu Bapak Adib Nurdiyanto, M.Pd. Peserta tidak hanya dikenalkan cara membuat kerupuk jagung, tetapi juga diajak memanfaatkan rambut jagung sebagai bahan minuman.

Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai potensi pemasaran produk hasil olahan tersebut. Pengolahan bahan pangan lokal dinilai dapat menjadi salah satu langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis potensi desa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat semakin kreatif dalam mengolah hasil pertanian. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, inovasi pengolahan jagung juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Dari hasil tani menjadi produk bernilai. Dari potensi desa menjadi peluang usaha,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen KKN Jatiblimbing 2026 untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, hasil pertanian desa diharapkan tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual.