BOJONEGORO,Suryanasional.com – Warga Dusun Blimbing, RT 14, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan Bank Sampah yang dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengubah sampah bernilai ekonomis menjadi sumber manfaat bagi warga.
Dalam kegiatan tersebut, warga mengumpulkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai jual. Sampah kemudian disetorkan ke tempat penampungan yang telah disediakan. Setiap kantong sampah diberi nama pemilik untuk menghindari tertukar sekaligus memudahkan proses pencatatan.
Sampah yang terkumpul selanjutnya diambil oleh pengepul untuk ditimbang dan dihitung nilai jualnya. Hasil penjualan dicatat dalam buku tabungan sebagai bentuk transparansi sekaligus dokumentasi hasil pengumpulan sampah masing-masing warga.
Dana yang diperoleh dari penjualan sampah tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk membayar iuran atau mendukung kas RT. Jika masih terdapat sisa dana, hasil penjualan dapat dialokasikan untuk mendukung program TERIMODUSLETING (Ternak Ayam Mandiri Modal Usaha Sampah Lele Terintegrasi Gizi).
Pengelolaan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong warga agar melihat sampah dari perspektif yang berbeda. Sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan dapat dipilah, dikumpulkan, dan diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui Bank Sampah, warga diharapkan semakin terbiasa memilah sampah dari sumbernya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung berbagai program pemberdayaan warga di Desa Jatiblimbing.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Bank Sampah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengumpulan sampah, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.(red)






