Pasuruan,Suryanasional.com – Selasa, 1 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengerek UMKM lokal. Bertempat di Pasuruan Creative Center (PCC), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar UMKM Award 2026.
Ajang ini menjadi salah satu program prioritas Bupati Pasuruan, H. M. Rusdi Sutejo. Dari ratusan pendaftar, terpilih 15 finalis terbaik dari 24 kecamatan yang menampilkan produk unggulan masing-masing.
Taufiqul Ghoni Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan menegaskan, UMKM adalah penggerak utama ekonomi kerakyatan di Pasuruan.
“UMKM punya peran penting dalam mensejahterakan masyarakat. Tapi kita tahu tantangannya ada di permodalan, kualitas produk, sampai pemasaran. Itu yang sedang kita benahi,” ujarnya.
Langkah strategis yang disiapkan Pemkab adalah menjadikan PCC sebagai UPT. Dengan begitu, PCC tidak hanya jadi tempat pameran, tapi juga “grup” yang mewadahi UMKM.
“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, mempertemukan UMKM dengan buyer, membuka akses pembiayaan, dan mendorong teknologi digital dalam pemasaran. PCC kita siapkan sebagai rumah besar pelaku UMKM,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi produk lokal seperti Kopi Asli Tutur yang mulai dilirik pasar luas.
Salah satu finalis yang mencuri perhatian adalah Sanggar Shyeilah. Sanggar asal Pasuruan ini berhasil lolos 15 besar dengan produk unggulannya Batik Segiri — batik khas yang mengangkat motif dan filosofi lokal.
“Alhamdulillah Sanggar Shyeilah bisa masuk 15 finalis UMKM Award 2026. Kami bawa Batik Segiri sebagai identitas budaya Pasuruan. Harapan kami, lewat ajang ini batik kami bisa lebih dikenal dan tembus pasar yang lebih luas,” ujar Ibu Heru, pemilik Sanggar Shyeilah.
Kehadiran Sanggar Shyeilah menjadi bukti bahwa produk kerajinan tangan khas Pasuruan punya daya saing dan layak didorong naik kelas.
H.M. Shobih Asrori Wakil Bupati Pasuruan yang hadir membuka acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis.
“Kegiatan hari ini luar biasa, karena dihadiri banyak pakar, ada dari akademisi, ada dari perbankan. Pemkab Pasuruan berkomitmen penuh membantu UMKM. Ini bukan hanya pertemuan, tapi kita benar-benar membuat ruang untuk UMKM berkembang,” kata Wabup.
Ia menambahkan, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar di sektor UMKM, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif.
“15 finalis ini adalah yang terbaik dari 24 kecamatan. Tugas kita sekarang mengawal mereka agar bisa naik kelas, go nasional, bahkan go ekspor. Karena kalau UMKM kuat, perekonomian masyarakat pasti ikut meningkat,” tegasnya.
Mengusung tema “Dukung UMKM Lokal, Pasuruan Bangkit, UMKM Naik Kelas”, UMKM Award 2026 diharapkan menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan investor, perbankan, dan pasar modern.
Dengan transformasi PCC menjadi UPT, Pemkab menargetkan UMKM Pasuruan memiliki rumah bersama yang mampu menginkubasi, memasarkan, dan menghubungkan produk lokal ke rantai pasok yang lebih besar.
“UMKM kita hebat-hebat. Tinggal kita dorong, kita fasilitasi, dan kita buka pintunya. InsyaAllah Pasuruan bisa jadi barometer UMKM Jawa Timur,” pungkas Kepala Diskoperindag.(An)






