Wabup Mimik Soroti Proyek Pasar Taman Molor, Kontraktor Diancam Sanksi Tegas

SIDOARJO,Suryanasional.com – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana geram melihat progres sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, yang dinilai jauh dari target. Dalam inspeksi mendadak (sidak), Kamis (10/9), dia menemukan sejumlah pekerjaan yang belum sesuai rencana, bahkan dua proyek saluran air masih mencatat progres nol persen.

Sedikitnya ada empat titik pekerjaan yang menjadi perhatian Mimik. Yakni pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air. Dari hasil pengecekan di lapangan, progres pekerjaan tersebut dinilai tidak sebanding dengan waktu pelaksanaan yang tersisa.

Pembangunan pagar, misalnya, ditargetkan mencapai sekitar 30 persen. Namun, realisasinya baru sekitar 25 persen. Sementara dua pekerjaan saluran air masih belum menunjukkan progres alias 0 persen. Kondisi serupa juga ditemukan pada pekerjaan pavingisasi.

Mimik menegaskan, proyek yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo harus dikerjakan sesuai kontrak. Baik dari sisi kualitas, spesifikasi teknis, maupun ketepatan waktu.

“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depan pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” tegas Mimik.

Dia mengingatkan kontraktor agar tidak menganggap remeh penggunaan uang negara. Menurutnya, keterlambatan maupun pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.

Mimik juga menyoroti keterlambatan proyek yang seharusnya sudah rampung. Berdasarkan evaluasi yang disampaikannya, pekerjaan pagar secara keseluruhan baru mencapai sekitar 25 persen. Sedangkan dua proyek saluran air masih 0 persen.

“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Tak hanya kontraktor, fungsi pengawasan proyek juga menjadi sorotan. Mimik mendapat informasi bahwa konsultan pengawas telah memberikan teguran tertulis sebanyak empat kali. Namun, teguran tersebut disebut belum mendapat respons sebagaimana mestinya.

“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.

Dengan sisa waktu pengerjaan kurang dari dua bulan, Mimik meminta seluruh pihak terkait segera mengejar ketertinggalan. Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Harus kejar tayang. Kalau tidak sesuai target, nanti harus disanksi. Sanksinya harus keras. Saya tidak main-main,” ujarnya.

Mimik memastikan akan kembali memantau langsung perkembangan proyek tersebut. Dia tidak ingin persoalan keterlambatan maupun kualitas pekerjaan kembali terjadi di kawasan Pasar Taman.

“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya.(Hs)