Apresiasi PJI Atas Tindakan Walikota Ery Cahyadi Perangi Gangster Perusuh Surabaya

Berita, Nasional1 Dilihat

Surabaya, suryanasional.com – Tindakan tegas Walikota Surabaya Ery Cahyadi dengan mengajak semua lapisan masyarakat serta Aparat Keamanan untuk mengentaskan aksi tawuran gangster yang terjadi di Kota Pahlawan mendapat apresiasi Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) Hartanto Boechori.

Ery Cahyadi juga membakar semangat Arek Suroboyo dengan menyerukan genderang perang dengan para perusuh dan Pengganggu keamanan dan ketentraman warga yang selama ini telah meresahkan warga Surabaya.

“Tidak boleh ada kelompok apapun atau manapun mengusik ketentraman Surabaya. Kalau sudah pamer senjata tajam di jalanan seperti dilakukan para perusuh itu, aparat keamanan dan penegak hukum, terutama Polisi wajib bertindak tegas dan keras,” kata Hartanto Boechori.

“Tembak kaki mereka kalau perlu,” lanjut pemilik Sasana Kick Boxing BKBC (Buchori Kick Boxing Camp) itu.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir ini, Surabaya sempat digemparkan adanya perusuh. Kelompok anak muda bermotor mengacung-acungkan senjata tajam seperti celurit dan lain-lain. Mereka menyerang warung kopi di Surabaya, membacok security perumahan dan pamer keberanian konyol dan tolol lainnya.

Hartanto Boechori mempertanyakan peran semua institusi pendidikan dalam melakukan pembinaan mental spiritual kepada siswa.

Peran intelijen juga dipertanyakannya. Dirinya juga mempertanyakan tanggung jawab Organisasi Massa di Surabaya yang rutin menerima anggaran Negara.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Pusura Hoslih Abdullah menjawab pertanyaan Cak Boechori melalui telpon, mengaku prihatin dengan maraknya aksi gangster dan tawuran antar remaja yang belakangan terjadi di Kota Surabaya.

Menurut analisa Hoslih Abdullah, bentuk perilaku kenakalan remaja itu perlu menjadi perhatian Bersama, termasuk dibutuhkan upaya serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menangani secara berkelanjutan. Di sisi lain, TNI-Polri juga harus menindak tegas.

“Aksi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kalau memang berkaitan dengan hukum ya harus dilakukan tindakan tegas. Kemudian pemkot melalui dinas pendidikan punya tanggung jawab untuk mengawasi siswa. Harus lebih intens menggelar pertemuan bersama sekolah-sekolah,” kata Hoslich Abdullah atau biasa disapa Cak Dolah.

Dia berharap kepada para orang tua untuk lebih aktif memantau anak-anaknya. Sebab, menurut Cak Dolah, keluarga merupakan kunci utama untuk mendidik seorang anak.

“Para orang tua juga harus berperan aktif mengontrol aktivitas anak-anaknya. Diharapkan, anak-anak bisa terkontrol pergaulannya di luar jam sekolah,” katanya.

Menurut Hoslih Abdullah, kenakalan para remaja itu perlu menjadi perhatian bersama. Termasuk dibutuhkan upaya serius dari Pemkot Surabaya untuk menangani secara berkelanjutan. Selain itu, TNI-Polri juga harus melakukan tindakan tegas.

“Surabaya harus dijaga bersama. Namun untuk mengentaskan masalah ini (perusuh dan tawuran) perlu dicarikan solusi yang konkrit dan berkelanjutan,” terang Cak Dolah. (Lex/red).