“AYAH WAJIB HADIR” DI HARGANAS 2026: BUPATI RUSDI INGATKAN BAHAYA GADGET & PENTINGNYA KEHANGATAN KELUARGA

Pasuruan,Suryanasional.com — Bupati Pasuruan H. Muhammad Rusdi Sutejo menegaskan cara mendidik anak di era digital saat ini sangat berbeda dengan zaman dulu. Orang tua dituntut lebih adaptif, hadir secara emosional, dan tidak kalah dengan pengaruh gadget serta media sosial.

Penegasan itu disampaikan “Mas Rusdi” saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (5/8/2026).

Bupati mengawali arahannya dengan mengingatkan kerasnya tantangan zaman.

“Mendidik anak zaman sekarang itu beda dengan zaman kita dulu. Dulu anak disuruh nurut ya nurut. Sekarang kalau kita tidak masuk ke dunianya, kita akan ditinggal,” tegas Bupati Rusdi.

Menurutnya, orang tua tidak bisa lagi hanya mengandalkan bentakan dan perintah.
“Jangan sampai orang tua kalah sama anak. Orang tua sekarang harus adaptif, harus mau belajar, harus bisa menyesuaikan dengan kebiasaan anak. Anak main TikTok, kita harus tahu isinya. Anak main game, kita harus dampingi,” ujarnya.

Mas Rusdi menyoroti bahaya gadget yang kini telah menggeser peran orang tua di rumah.
“Jujur saja, musuh kita hari ini bukan lagi di luar rumah. Musuhnya ada di genggaman anak kita. Gadget. HP. Media sosial,” katanya.

“Kalau kita biarkan, yang mendidik anak kita bukan guru, bukan ayah ibunya, tapi algoritma YouTube dan konten TikTok. Bahaya. Karakter anak bisa rusak karena itu,” lanjutnya.

Karena itu ia menekankan pentingnya “kehadiran ganda” dari orang tua.
“Kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik. Harus ada kedekatan emosional dan komunikasi yang hangat. Anak butuh dipeluk, butuh diajak ngobrol, butuh waktu 1 jam tanpa HP,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung rendahnya keterlibatan ayah. Data di Jawa Timur menunjukkan partisipasi ayah dalam pengasuhan emosional masih di angka 23 persen.
“Angka ini harus kita dongkrak. Saya maklum karena kerja. Makanya untuk ASN, saya kasih dispensasi. Mau antar anak sekolah? Silakan. Itu investasi paling mahal,” ucapnya.

Senada dengan Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg. Meirita Rusdi Sutejo mengajak keluarga menciptakan ruang tanpa gawai.

“Harus ada momen waktu bermain dan belajar bersama. Jangan sampai kita kalah sama anak sendiri. Saya berharap Harganas ini jadi titik balik agar setiap keluarga di Pasuruan menjadi lebih tangguh, harmonis dan sejahtera,” ajak Bunda Genre.

Di puncak acara, Bupati Rusdi menyerahkan penghargaan kepada:

1. Juara Kampung KB Berkelanjutan 2026
Kecamatan Kraton, Winongan, Pasrepan dan Lumbang karena seluruh desanya telah berstatus berkelanjutan.

2. Mitra Pendukung Program TAMASYA
TAB PERSISTRI Pogar-Bangil, TPA Al Hidayah Wrati-Kejayan, TPA Darul Mukmin Glagah Sari & Mojo Tengah-Sukorejo, dan Desa Lecari-Sukorejo.

3. Pemenang Lomba Video
Lomba Video GATI, BKR, PKB Quick Wins Kemendukbangga, serta Lomba Video Konseling “Tantangan Gen Z di Era Digital” dan Juara Balai KB Berprestasi.

Yang paling membanggakan, Pemkab Pasuruan bersama Bupati Rusdi Sutejo dan Ketua TP PKK Meirita Rusdi menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN atas inovasi program TAMASYA, GATI, SIDAYA, Genting dan MBG sasaran 3B.

“Penghargaan ini bukti kerja kolektif kita. Mari terus kuatkan keluarga. Karena dari keluarga kuat, akan lahir Pasuruan yang hebat,” tutup Bupati.(An)