Kudus,Suryanasional.com – Suasana meriah menyelimuti Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-170 dan tradisi tahunan Sedekah Bumi. Salah satu acara yang paling menyedot perhatian warga adalah Lomba Kuliner Masakan Tradisional Nasi Goreng, yang digelar di lapangan Padang Bulan, pada Senin, (26/5/2025) malam.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Chef Isman, finalis MasterChef Indonesia, yang didatangkan secara khusus sebagai juri tamu. Selain itu, Wakil Bupati Kudus turut hadir dan memberikan sambutan yang hangat kepada seluruh warga dan peserta lomba.
Lomba kuliner ini menampilkan ragam kreasi nasi goreng khas Nusantara dengan sentuhan tradisional. Para peserta yang berasal dari perwakilan RT/RW menyajikan nasi goreng dengan beragam bahan lokal seperti Seafood, sajian buah nanas dalamnya ada nasi goreng, ikan asin, rempah-rempah, hingga sambal khas Kudus.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi semangat masyarakat Desa Wates dalam menjaga dan mengembangkan warisan kuliner daerah.
“Acara ini luar biasa, bukan hanya hiburan tetapi juga pelestarian budaya. Nasi goreng adalah makanan yang sangat populer, dan lewat lomba ini kita bisa melihat bagaimana kearifan lokal diangkat dalam tiap sajiannya,” ujarnya.
Chef Isman juga memuji kreativitas para peserta. “Rasanya unik, banyak yang menggabungkan cita rasa klasik dengan teknik modern. Saya kagum karena semuanya tetap menjaga akar tradisionalnya. Ini adalah bentuk inovasi yang luar biasa dari desa,” ungkapnya.
Ketua Panitia Sedekah Bumi dan HUT Wates, Abdul Mufid, mengatakan bahwa lomba kuliner masakan nasi goreng ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT desa dan Sedekah Bumi yang rutin digelar setiap tahun.
“Kami ingin acara ini menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul, berkreasi, dan juga mengenalkan kekayaan kuliner desa ke masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, pengambilan tema masak nasi goreng ini, karena ibu rumah tangga yang praktis memasak nasi goreng untuk kehidupan sehari-hari sehingga bisa dijadikan kompetisi atau perlombaan yang mendatangkan chef nasional.
“Tujuan mendatangkan juri chef nasional mas Isman, untuk mentransfer resep dari masterChef Indonesia ke ibu-ibu agar masakan bisa disajikan ke rumah tangga masing-masing” katanya.
Menariknya, masakan nasi goreng ini tidak menggunakan kompor gas tetapi menggunakan tumpu arang. Hal itu supaya masakan lebih bergizi, enak, dan higenis terutama untuk mengenalkan generasi sekarang bahwa dahulu kala memasak itu memakai kayu bakar.
“Acara ditutup dengan demo masak dari Chef Isman dengan atraksinya memasak nasi goreng kemudian ditempatkan ke alas bambu yang sudah dibentuk berdasarkan Hari Ulang Tahun Desa Wates yang ke-170” tutupnya.












