Pasuruan,Suryanasional.com – Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Koordinasi Percepatan Open Defacation Free (ODF) diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan bertempat di Kantor Desa Masangan Kecamatan Bangil Rabu.(14/05/2025) dengan berpedoman pada lima pilar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader-kader kesehatan dari masing-masing dusun, ibu-ibu PKK, Masyarakat sekitar di Desa Masangan,serta Kepala Desa Masangan dan Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini membahas mengenai Lima pilar dalam pengembangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diantaranya :
*Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS atau Open Defacation Free (ODF).
*Mengelola air minum dan makanan yang aman.
*Cuci Tangan pakai sabun (CTPS).
*Mengelola limbah cair rumah tangga.
*Mengelola sampah dengan benar
Adapun Kepala Desa Masangan, H. Supaat menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dinas kesehatan(DINKES) yang telah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
” Terimakasih kepada Dinas Kesehatan yang mau mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud masyarakat yang sehat kususnya di Desa Masangan sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi” ucapnya.
H. Supaat juga menambahkan bahwa selama ini masyarakat Masangan 100 persen sudah memiliki MCK. Walaupun demikian masih banyak permasalahan yang harus dibenahi dalam pembangunan kesehatan dilingkungan.
” Alhamdulillah masyarakat Masangan sudah 100 persen memiliki MCK tapi masih ada banyak permasalahan yang harus dibenahi yaitu salah satunya permasalahan sanitasi, sebab sanitasi adalah sosial budaya dan prilaku penduduk yang buang air besar sembarangan yang harus di benahi” imbuhnya.
Sementara itu perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Siti Komariyah sekaligus narasumber pada sosialisasi kali ini menjelaskan pentingnya STBM sebagai pendekatan yang mengubah prilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan STBM yang memperbaiki keadaan sanitasi lingkungan mereka.
Komariyah juga menjabarkan apa yang dimaksud dengan STBM dan diselenggarakan dengan 5 pilar diantaranya Stop BAB atau ODF yang menjadi pilar utama, merupakan pintu masuk sanitasi total dan upaya memutuskan rantai kontaminasi kotoran manusia terhadap air baku makanan minuman, dan yang lainnya,
” Kondisi ODF yang baik ditandai dengan 100 persen masyarakat telah mempunyai akses BAB di jamban sendiri, tidak adanya kotoran dilingkungan mereka dan mampu menjaga kebersihan jamban, maka perlu pilar utama tanpa mengesampingkan 4 pilar lainnya” jelasnya. (Nam)






