Bojonegoro – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ballroom Hotel Dewarna, Bojonegoro, Sabtu (12/09/2026). Selain menggelar Rakerda, dalam pertemuan tersebut DPD Partai Golkar Bojonegoro sekaligus menjadi momentum dalam melantik seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Se-Kabupaten Bojonegoro.
Rakerda dan pelantikan itu dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Jajaran Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jawa Timur, serta Jajaran Pengurus Dewan Penasehat dan Pertimbangan DPD Partai Golkar Bojonegoro.
Ketua Panitia Rakerda DPD Partai Golkar Bojonegoro, Anis Mustofa mengatakan Rakerda dan Pelantikan Pimpinan ini digelar DPD Golkar Bojonegoro sebagai upaya dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun program kerja dan strategi taktis, serta menetapkan target politik di tingkat kecamatan hingga desa.
“Sekaligus meningkatkan lintas koordinasi antar-pengurus, serta kader hingga ke akar rumput partai,” katanya.
Dia berharap, melalui Rakerda dan Pelantikan ini, dapat menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya, dan tanggung jawab, serta tetap senantiasa hadir di tengah masyarakat sekitar.
Pelantikan ini, lanjut Anis, meliputi Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara Pimpinan Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro dengan total 84 orang, sementara Pimpinan Desa se-Bojonegoro sebanyak 430 orang.
“Setiap Wilayah masing-masing Kecamatan di isi 25 orang, di Kabupaten Bojonegoro sendiri terdapat 28 Kecamatan, sehingga total ada 700 orang pengurus Kecamatan, sedangkan seluruh pimpinan desa di Bojonegoro terdapat 430 orang pengurus,” jelasnya.
Dengan demikian, Ia menyatakan bahwa DPD Partai Golkar telah menjadi organisasi yang kuat, solid, modern, dengan harapan akan tetap hadir di tengah masyarakat sekitar.
Senada, Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto menyampaikan, rakerda dan pengukuhan pimpinan kecamatan (PK) ini diikuti dan telah diselesaikan DPD Golkar Bojonegoro dengan total jumlah 700 orang pengurus di 28 kecamatan, serta 430 pimpinan desa/kelurahan.

“Yang mana masing-masing kepengurusan desa diisi 15 orang, dan hingga saat ini masih kurang 25 persen lengkap, dengan total jumlah 6.450 pengurus Desa se-Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.
Dengan demikian, Mas Pri, begitu Ia akrab disapa menyatakan bahwa DPD Partai Golkar Bojonegoro telah siap, dan sangat layak untuk merebut kembali tahta kepemimpinan Partai Golkar di Bojonegoro.
Ia menganalogikan, dengan berkaca dari kesiapan Partai Golkar hingga saat ini, bukan tidak mungkin jika Pemilu diadakan secara mendadak, Partai Golkar akan langsung dapat merebut 8 kursi pada Pemilu.
“Kita masih ada tiga atau empat tahun lagi, jadi saya yakin, Partai Golkar akan merebut 8 kursi atau bahkan lebih,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Partai Golkar Bojonegoro yang selama ini telah mendukungnya, mulai dari pencalonan hingga menjadi sebagai seorang Bupati di Kabupaten Bojonegoro.
Setyo Wahono menceritakan, bahwa sejarah sebelum pencalonan dirinya sebagai Bupati Bojonegoro pada Pilkada lalu, diawali dari dukungan dan dorongan dari Partai Golkar.
“Partai Golkar itu yang juga telah menyakinkan saya untuk salah satunya menjadi Bupati Bojonegoro,” kenangnya.
Mulai dari menyakinkan, mengarahkan, mengajarkan, hingga membimbing penuh dalam dunia berpolitik. Karena, bahwasannya waktu itu Ia berasal dari orang profesional, bukan politisi.
Maka dari itu, Ia menyakini bahwa target menang dalam pemilu 2029 mendatang merupakan hal yang tidak mungkin untuk dapat diraih oleh Partai Golkar.

“Jadi angka 8 kursi atau bahkan lebih dalam target itu, tidaklah mustahil bagi DPD Partai Golkar Bojonegoro untuk meraihnya,” ujarnya.
Target itu, juga disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti. Ia menyampaikan, bahwa target tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat dicapai Partai Golkar Bojonegoro.
“Jika melihat kesolidan antar pengurus partai, yang semula Golkar Bojonegoro meraih 5 kursi pada pemilu lalu, target selanjutnya Golkar Bojonegoro juga akan dapat meraih 12 kursi pada Pemilu mendatang,” terangnya.
Hal Itu disampaikannya, lantaran Ali Mufti menilai dari hasil laporan Rakerda in telah menunjukkan bahwasannya target meraih 12 kursi ini bukan tidak mungkin jika diraih DPD Partai Golkar Bojonegoro.
“Dengan mengedepankan prinsip dari Rakerda sebagaimana wujud pengimplementasikan mengenai apa saja yang dibutuhkan para kader partai, dengan juga diperkuatnya konsolidasi antar lini partai, hingga menguatkan peforma seluruh jajaran kader, maka target itu bisa saja diraih,” tegasnya.
Menanggapi pesan itu, Mas Pri merespon bahwasannya target 12 kursi itu bukan menjadi hal yang tidak mungkin, karena DPD Partai Golkar Bojonegoro telah mengawali berbagai kegiatan partai, termasuk perintah partai, serta arahan pimpinan partai.
“Termasuk juga dengan DPD Partai Golkar Jawa Timur untuk menkonsolidir seluruh kekuatan, dan semua unsur kader partai, untuk dapat langsung menargetkan 12 kursi pada pemilu 2029 mendatang,” ungkapnya.
Mas Pri menjelaskan, bahwa Rakerda di tahun 2026 ini juga merupakan sekaligus tahunnya konsolidasi bagi partai. Ini artinya, setelah dilakukan pelantikan, DPD akan segera langsung melakukan gerak cepat untuk menyelesaikan kepengurusan di tingkat desa.
“Itu yang akan kami lengkapi untuk posisi kepengisian pengurus desa, karena hingga kini masih 75 persen lengkap, maka kurangnya 25 persen ini yang akan segera kami selesaikan, sesuai dengan arahan DPD Golkar Jawa Timur,” jelasnya.
“Dan baru di tahun 2027, kami akan menaruh petarung-petarung yang terdiri dari para kader terbaik untuk meraih kemenangan Partai Golkar Bojonegoro di pemilu 2029 mendatang,” tandasnya.(riz/red)






