Kudus – suryanasional.com – Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar upacara yudisium dan pelepasan calon wisudawan-wisudawati untuk program studi ilmu hukum stara satu angkatan ke-76 dan studi ilmu hukum stara dua angkatan ke-26 periode tahun 2024 di Hotel Gripta Jalan R. Agil Kusumadiya, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (28/9/24).
Sebanyak 106 calon wisudawan-wisudawati program sarjana hukum dan magister hukum yang dinyatakan lulus turut hadir dalam acara tersebut dan didampingi okeh keluarga masing-masing.
Dr. Hidayatullah, S.H, M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum UMK mengucapkan selamat dan apresiasi kepada calon wisudawan dan wisudawati fakultas hukum baik yang sarjana maupun yang magister.
“Yudisium dan pelepasan kali ini luar biasa, karena kuantitasnya S1 maupun S2 meningkat. Peningkatan tersebut merupakan salah satu indikator bahwa proses pembelajaran kami berjalan dengan baik” katanya.
Pihaknya berharap bukan hanya aspek kuantitas yang meningkat namun juga aspek kwalitasnya harus meningkat dan mampu bersaing dengan universitas-universitas besar diluar sana.
“Kami berharap dengan hadirnya alumni-alumni fakultas hukum bisa membantu menguatkan jejaring sehingga nanti kita bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain” ujarnya.
Hal itu bisa dilihat dari pelacakan alumni fakultas hukum UMK sangat membanggakan. Bahkan sudah ada yang menjadi Hakim Agung dan ada juga yang menjadi Komisioner Ombudsman.
“Jadi bisa dikatakan lulusan UMK berani bersaing dengan universitas-universitas yang besar lainya,” pungkasnya.
Hidayatullah juga berharap bahwa para lulusan akan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, integritas, dan kebenaran dalam praktik hukum mereka di masa depan.

Sementra itu, salah satu calon wisudawan Fakultas Hukum Magister Hukum, Saputra Hadiwinarto, S.H, S.E, M.M, M.H,C.H mengatakan, bahwa pendidikan itu sangat penting karena dengan pendidikan bisa jadi orang beradab berbeda dengan orang yang tidak berpendidikan.
“Selain live is education juga menerapkan pendidikan dibangku kuliah tak ada batasnya karena ilmu itu sangat luas bukan dari hukum saja ilmu lain juga dipelajari biar menjadi orang yang beradap dan ngerti tentang aturan hidup di dunia” ujar Ketua Sekber Wartawan Indonesia Cabang Kudus.
Menurutnya, jaminan sebuah keberhasilan adalah orang yang tidak pernah putus asa dalam menjalani hidup. Dalam kehidupan permasalahan pasti ada. Tapi setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Selagi masih mau berusaha dan berdoa pasti ada jalan keluarnya.
“Belajarlah terus, hingga sampai akhir hayat , karena menuntut ilmu hukumnya wajib tanpa pandang usia muda maupun tua, yang mana nantinya ilmu kita wariskan kepada generasi selanjutnya” katanya.
Sedangkan, Mulyanto, AP, M.Si, M.H mewakili wisudawan wisudawati menyampaikan banyak-banyak terimakasih atas bimbingan dan petunjuknya bapak dan ibu dosen. “Kami sangat mengharapkan semoga alumnus Fakultas Hukum UMK bisa menjadi insan yang profesional danamanah dalam menjalan tugas kerja untuk keadilan dan kepentingan masyarakat” ujarnya saat sambutan.(AD)






