Jaga Kualitas dan Presisi, Usaha Ikan Panggang Pak Mastubi Raup Omzet Jutaan

Jombang, Suryanasional.com – Aroma smokey yang menggoda menyelimuti kawasan Betek Utara, Mojoagung. Di balik kepulan asap panggangan sederhana, tersimpan kisah sukses Pak Mastubi. Bukan sekadar penjual ikan, pria asal Jombang ini berhasil mengubah tradisi membakar ikan menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menggiurkan selama lebih dari dua dekade.

Sejak 2004, Pak Mastubi konsisten mempertahankan cita rasa khas ikan panggangan tradisional. Ketekunan tersebut mengantarkannya menjadi sosok legendaris di kalangan pecinta kuliner lokal, dengan produknya yang selalu diburu dan nyaris tak pernah sepi pembeli.

Rahasia Kualitas: Ikan Segar dan Presisi Pemotongan

Kunci keunggulan ikan panggangan Pak Mastubi terletak pada kualitas bahan baku. Ia hanya menggunakan ikan segar seperti tombro dan ikan mas yang didatangkan langsung dari Lamongan, demi menjaga rasa manis alami dan tekstur daging yang optimal.

Setiap hari mulai pukul 15.00 WIB, proses produksi dimulai dengan standar ketelitian tinggi. Pak Mastubi memotong ikan secara presisi agar matang merata saat dibakar. Untuk ikan seberat 1 kilogram, ia membaginya menjadi 4 hingga 5 potong, sedangkan ikan 0,5 kilogram dipotong menjadi 2 hingga 3 bagian, menyesuaikan ukuran dan beratnya.

“Proses pembakaran memang membutuhkan kesabaran. Tidak bisa terburu-buru jika ingin hasil yang sempurna,” ujar Mastubi saat ditemui pada Kamis (2/4/2026) malam.

Strategi Harga di Tengah Fluktuasi Pasar

Di tengah harga ikan yang kerap berfluktuasi, Pak Mastubi tetap mampu menjaga stabilitas usahanya. Saat ini, ia menawarkan harga kompetitif di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram, dengan isi sekitar 8 hingga 12 potong ikan.

Namun, saat momen Lebaran tiba, permintaan meningkat tajam hingga mendorong harga naik mencapai Rp 100.000 per kilogram. Meski demikian, para pelanggan tetap setia karena kualitas rasa yang dinilai sepadan dengan harga yang dibayarkan.

Omzet Fantastis: Tembus Rp 6 Juta per Hari

Usaha mikro yang dijalankan Pak Mastubi membuktikan potensi besar sektor kuliner desa. Dengan mengolah 70 kilogram hingga 1 kuintal ikan setiap hari, ia mampu meraup omzet yang mengesankan.

Dari penjualan ikan panggangan dan ikan laut segar, pendapatannya mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per hari. Dalam hitungan bulanan, angka tersebut jelas melampaui rata-rata pendapatan pekerja kantoran.

Inspirasi dari Sudut Desa

Kisah Pak Mastubi menjadi bukti bahwa konsistensi dan kualitas adalah kunci utama kesuksesan. Di tengah gempuran kuliner modern, cita rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Bagi warga Mojoagung dan sekitarnya, ikan panggangan Pak Mastubi bukan sekadar lauk, melainkan simbol kerja keras dan ketangguhan pelaku usaha lokal yang berhasil berkembang dari kesederhanaan.

(Anik)