KETUA DPRD PASURUAN MINTA PROYEK JALAN BULUSARI – WONOSARI JAGA KUALITAS, KARENA INI JALUR VITAL WARGA

Pasuruan,Suryanasional.com – Setelah sekian lama menanti, akhirnya ruas Jalan Bulusari – Wonosari, Kecamatan Gempol mulai dibenahi Pemkab Pasuruan tahun 2026. Tak main-main, anggaran miliaran rupiah dari dana cukai digelontorkan untuk memperbaiki akses vital yang selama ini jadi tumpuan aktivitas warga.

Perbaikan ini pun mendapat apresiasi dari legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat dari Fraksi PKB menegaskan bahwa proyek ini harus dikawal ketat agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ini Jalur Vital, Kualitas Harus Jadi Prioritas”
Pria yang akrab disapa Lek Sul ini menilai, Jalan Bulusari–Wonosari bukan jalan biasa. Jalan ini adalah urat nadi mobilitas dan ekonomi warga Gempol dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, kita patut mengapresiasi realisasi pemeliharaan berkala Jalan Bulusari–Wonosari. Jalan yang baik akan langsung berdampak pada kelancaran perjalanan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” kata Lek Sul, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang layak akan memotong waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan membuat aktivitas warga dari petani, pedagang hingga pelajar menjadi lebih nyaman dan aman.

Dalam proyek kali ini, pemerintah juga membangun penambahan bahu jalan dengan konstruksi rigid atau cor beton.

Lek Sul menjelaskan, bahu jalan memiliki peran strategis.
“Bahu jalan bukan sekadar pelengkap. Fungsinya penting untuk memperkuat struktur sisi badan jalan, mencegah kerusakan dini, sekaligus meningkatkan keamanan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia meminta kontraktor dan pengawas lapangan memastikan setiap detail teknis dikerjakan sesuai spesifikasi dalam kontrak. Mulai dari volume pekerjaan, mutu material, hingga metode pelaksanaan.

Sebagai wakil rakyat, Lek Sul menitipkan pesan tegas kepada pelaksana proyek.
“Pesan kami sederhana. Bangunannya harus berkualitas, manfaatnya harus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, dan setiap rupiah anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pekerjaan infrastruktur tidak boleh berhenti saat seremonial selesai. Hasil akhirnya harus benar-benar memberikan rasa aman, nyaman, dan keselamatan bagi setiap pengguna jalan.

“DPRD Kabupaten Pasuruan akan terus menjalankan fungsi pengawasan. Kami ingin memastikan pembangunan ini sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Terpisah, Saiful selaku perwakilan CV Damai Perkasa selaku pelaksana pekerjaan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap persiapan.

“Sekarang masih persiapan. Ada beberapa item pekerjaan, termasuk bahu jalan dan pengaspalan hotmix. Kami akan bekerja sesuai kontrak dan target mutu yang ditetapkan,” kata Saiful.

Warga sekitar pun menyambut baik perbaikan ini. Harapannya, setelah bertahun-tahun rusak, Jalan Bulusari – Wonosari bisa kembali mulus dan menjadi penghubung yang benar-benar mempermudah kehidupan sehari-hari.(An)