BOJONEGORO,Suryanasional.com – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES Maboro) di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, resmi dimulai, Senin (27/7). Pembukaan yang digelar di Balai Desa Jatiblimbing menjadi penanda dimulainya pengabdian 14 mahasiswa yang akan berlangsung hingga 25 Agustus 2026.
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sekretaris Desa Jatiblimbing beserta perangkat desa, kepala dusun, kepala SDN Jatiblimbing 1, 2, dan 3, serta seluruh peserta KKN.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 1, Thoyiba Wahyu Famelia, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah desa dan masyarakat. Ia menjelaskan, kelompok KKN terdiri atas 14 mahasiswa dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit dan Gizi yang akan melaksanakan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pada pekan pertama mahasiswa akan memfokuskan kegiatan pada koordinasi dengan pemerintah desa, silaturahmi dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan, serta pemetaan potensi dan permasalahan di setiap dusun. Hasil observasi tersebut akan dipaparkan dalam Mini Lokakarya yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.
“Mini Lokakarya menjadi forum untuk menyampaikan hasil pemetaan potensi desa serta kondisi di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari hasil tersebut, kami akan menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai temuan di lapangan yang belum dapat ditindaklanjuti selama masa KKN akan disampaikan kepada pemerintah desa sebagai bahan masukan dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Dosen Pembimbing Lapangan, Apriliawan Hidayatullah, S.Gz., M.T.P., secara resmi menyerahkan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Jatiblimbing. Ia berharap seluruh peserta KKN mampu menjaga nama baik almamater, mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jatiblimbing, Zainal Aripin, menyatakan pemerintah desa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STIKES Maboro. Pihaknya siap mendukung seluruh program yang akan dijalankan, termasuk pelaksanaan Mini Lokakarya, dengan harapan kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jatiblimbing.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Moch Fanni Alfandi, dilanjutkan sesi foto bersama antara pihak kampus, pemerintah desa, kepala sekolah, dan seluruh mahasiswa. Melalui kolaborasi tersebut, program KKN diharapkan mampu melahirkan inovasi dan solusi yang berdampak positif bagi pembangunan serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Jatiblimbing.(red)












