Bojonegoro,Suryanasional.com – Komitmen pengabdian kepada masyarakat kembali diperlihatkan Kelompok KKN Tematik-Kolaboratif (KKN-TK) 03 Universitas Bojonegoro melalui langkah strategis yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di Desa Pejok. Usai menerima pembekalan dari BAPPEDA Kabupaten Bojonegoro, para mahasiswa langsung menyusun program kerja yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi desa berbasis lingkungan.
Pendekatan tersebut menjadi gambaran perubahan pola pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yang kini tidak lagi sekadar bersifat seremonial. KKN-TK diarahkan menjadi instrumen pengabdian yang lebih terukur, berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi dalam jangka panjang bagi warga Desa Pejok.
Transformasi Materi BAPPEDA Menjadi Program Lapangan
Penguatan konsep pembangunan berkelanjutan itu diperoleh mahasiswa dalam Kelas Persiapan KKN-TK yang digelar di kampus Universitas Bojonegoro, Kamis (21/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAPPEDA Kabupaten Bojonegoro, Wiwik Retnoningsih, memaparkan pentingnya pengelolaan wilayah yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologis dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Mahasiswa juga dibekali sejumlah konsep pengelolaan kawasan hutan modern, mulai dari agroforestry yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan sektor pertanian, silvopastura yang memadukan kehutanan dan peternakan ramah lingkungan, hingga skema perhutanan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.
Merespons materi tersebut, Kelompok KKN-TK 03 langsung menggelar rapat koordinasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Gunawan Hadi Purwanto, S.H., M.H. Konsolidasi itu difokuskan untuk menyusun instrumen asesmen lapangan agar program kerja yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Pejok.
Pemetaan wilayah, pembagian tugas antarmahasiswa, hingga metode survei lapangan disiapkan secara sistematis. Langkah tersebut dilakukan agar program pengabdian tidak bersifat top-down, melainkan lahir dari hasil identifikasi persoalan dan potensi desa secara langsung.
Tekankan Soliditas dan Integritas Tim
Gunawan Hadi Purwanto menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi juga kekompakan dan disiplin tim dalam pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan kemampuan akademik dengan sensitivitas sosial saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu membangun sinergi dan kedisiplinan kolektif sejak tahap perencanaan. KKN bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana menghadirkan solusi yang memiliki nilai keberlanjutan dan dampak nyata. Karena itu, kekompakan tim, kemampuan membaca kebutuhan desa, dan integritas dalam menjalankan program menjadi fondasi utama keberhasilan pengabdian,” ujar Gunawan.
Dengan persiapan yang matang dan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat, Kelompok KKN-TK 03 Universitas Bojonegoro optimistis mampu menghadirkan inovasi program yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga dapat mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Pejok secara berkelanjutan. (Red)






