Kontes Ternak Kediri Bangkitkan Semangat Peternak, Populasi Sapi Naik dan PMK Nihil

Kediri, Suryanasional.com – Ratusan peternak sapi dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri mengikuti kontes ternak yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan setelah terdampak pandemi dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kontes ternak tersebut mendapat sambutan antusias dari para peternak. Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi, promosi, serta sumber inspirasi bagi pelaku usaha peternakan di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa kontes ini merupakan yang pertama kembali digelar sejak terakhir kali dilaksanakan pada 2019.

“Ini menjadi penyemangat bagi peternak sekaligus inspirasi bagi pimpinan daerah. Semangat peternak kita luar biasa dalam meningkatkan kualitas dan bobot ternak, bahkan ada yang menargetkan hingga 1,4 ton,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Kediri saat ini terus membaik. Dalam beberapa pekan terakhir, status PMK bahkan dinyatakan nihil kasus.

“Insyaallah sudah zero PMK. Laporan terakhir menunjukkan seluruh kasus telah sembuh, sehingga kami optimistis kembali menggelar kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Tutik menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada peternak, termasuk dalam perencanaan program serta penganggaran ke depan.

Berdasarkan data, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024 tercatat sekitar 214 ribu ekor, dan pada 2025 naik menjadi sekitar 216 ribu ekor. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa sektor peternakan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

“Peternakan ada yang masih berskala kecil sebagai usaha sampingan dengan kepemilikan satu hingga dua ekor. Namun, ada pula yang telah berkembang menjadi usaha utama dengan jumlah puluhan bahkan lebih dari 70 ekor,” paparnya.

Selain sapi potong, sektor peternakan di Kabupaten Kediri juga ditopang populasi unggas yang besar. Untuk ayam petelur saja mencapai sekitar 6 hingga 7 juta ekor, menjadikan Kediri sebagai salah satu daerah penghasil terbesar di Jawa Timur setelah Blitar.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi. Tercatat sekitar 12 ribu ekor sapi, 46 ribu ekor kambing, serta lebih dari 6 ribu ekor domba siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

Permintaan hewan ternak dari luar daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah juga mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, sebagian besar kebutuhan tersebut telah lebih awal dipenuhi oleh peternak lokal.

Namun demikian, Tutik mengungkapkan harga kambing sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir akibat masuknya pasokan dari luar daerah. Meski begitu, saat ini harga mulai menunjukkan tren kenaikan walaupun belum sepenuhnya stabil.

Dalam kontes tahun ini, sebanyak 134 ekor sapi ditampilkan dalam berbagai kategori, mulai dari sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil inseminasi buatan (IB), hingga kategori sapi ekstrem berbobot besar.

“Kegiatan ini merupakan miniatur potensi peternakan Kabupaten Kediri. Harapannya, peternak tetap semangat dan mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya penyediaan protein hewani, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” pungkasnya. (Red/YL)