Kudus,Suryanadional.com – Dalam rangka memperingati Anniversary ke-3, Lindu Aji Cakra Sakti Kecamatan Jati menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kebugaran yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara yang diselenggarakan pada Minggu pagi ini dipusatkan di halaman Balai Jagong GOR Kudus dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan diawali dengan senam aerobik bersama yang dipandu oleh instruktur profesional. Warga tampak antusias mengikuti gerakan senam yang energik dan menyenangkan. Selain untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat, senam ini juga bertujuan mengampanyekan gaya hidup sehat.
Tak hanya kegiatan olahraga, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan untuk anak yatim. Santunan diserahkan langsung oleh Ketua Lindu Aji Cakra Sakti dan beberapa jajaran pengurus sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Ketua Lindu Aji Cakra Sakti Kecamatan Jati, Hery, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir. “Kami berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga terus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPC Lindu Aji Kudus, Suhadi, menyampaikan pesan menyentuh: bahwa Lindu Aji tidak lahir untuk menciptakan jarak, tapi justru hadir untuk menjembatani.
“Kegiatan ini bukan hiasan kalender. Ini adalah bentuk cinta kami pada masyarakat. Kami ingin sehat bersama, bahagia bersama. Tiga tahun ini kami isi dengan mendekat, bukan meninggi. Kami tak ingin hebat sendiri, kami ingin bermanfaat bersama” katanya.
Suhadi juga dengan tegas menepis stigma yang selama ini kadang melekat pada organisasi masyarakat. Ia memilih membuktikan lewat karya, bukan menjawab dengan kata.
“Kalau ada anggapan buruk, mari kita jawab dengan perilaku. Kami bersinergi, bukan berseteru. Kami menyentuh, bukan menekan. Organisasi besar bukan karena seragamnya, tapi karena sikapnya. Dan kami selalu ingat, bahwa kekuatan kami berasal dari masyarakat” tukasnya.
Di tengah agenda acara yang padat namun tertib, 35 anak yatim menerima santunan. Tak ada panggung tinggi, tak ada pembatas antara yang memberi dan menerima. Semua dilakukan dengan kelembutan.
“Tiga tahun ini adalah awal. Kami ingin menjadi organisasi yang tumbuh, bukan hanya tumbuh besar, tapi juga tumbuh bijak. Kami ingin disayang masyarakat, bukan ditakuti. Dan kami akan terus hadir dengan inovasi, bukan hanya nostalgia.” Tukasnya.
Sementara itu, Supadi, Ketua Panitia, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sebagai seremonial semata, tetapi menjadi pesan yang kuat bahwa Lindu Aji masih hidup dan terus berdenyut di tengah-tengah rakyat.
“Kami ingin masyarakat tahu: Lindu Aji masih ada, masih peduli, dan akan terus berdampingan. Kami mungkin dikenal sebagai organisasi dengan karakter tegas, tapi hari ini kami tunjukkan bahwa kami juga bisa lembut, penuh kasih, dan menyentuh jiwa.” Katanya.
Acara berlangsung dengan suasana akrab, penuh kekeluargaan, dan terasa seperti sebuah pertemuan keluarga besar. Tak hanya anggota Lindu Aji yang hadir, tetapi juga masyarakat umum, tokoh-tokoh lokal, serta perwakilan dari berbagai instansi dan elemen sosial (AD).












