Lolos 15 Besar Nasional Desa Digital 2025, Begini Langkah Pemdes Ngembal Kulon Kudus

Kudus,Suryanasional.com – Kabar membanggakan datang dari Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Desa ini berhasil lolos dalam 15 besar nominasi tingkat nasional dalam ajang Lomba Desa Digital 2025 Tingkat
Nasional yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendesa dan PDT RI).

Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi, menyampaikan rasa syyukur dan bangganya atas pencapaian Desanya yang sampai kancah Nasional.

“Saat ini kami kedatangan team penilai lomba desa Digital dari team kementerian. Kami berupaya mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh perangkat desa dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya telah menerapkan berbagai program digitalisasi pelayanan. Mulai dari tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa program unggulan antara lain sistem layanan administrasi berbasis digital, platform informasi desa berbasis web, serta penggunaan aplikasi untuk pelaporan dan pemantauan kegiatan pembangunan desa secara transparan dan real-time.

“Baik itu, pelayanan surat-menyurat, keamanan wilayah berupa penempatan CCTV, hingga penyediaan internet bagi masyarakat” katanya.

Salah satu unit usaha adalah penydiaan layanan internet. Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) di Ngembal Kulon ada sekitar 330-an pelanggan Internet yang memanfaatkannya. Harganyapun sangat terjangkau dibandingkan dengan yang lain.

Selain penyedia internet , lanjut Khanafi, ada juga CCTV, saat ini telah terpasang di 16 titik jalan desa untuk memantau keamanan wilayah. Bahkan, tahun ini, akan ada tambahan 20 unit CCTV.

“Di kandang peternakan dipasang dua CCTV offline untuk mendukung program ketahanan pangan, Jadi nanti totalnya ada 36 CCTV yang terpasang di jalan desa untuk memantau keamanan wilayah ” tuturnya.

Sedangkan untuk platform informasi desa berbasis web, Pemdes akan berbagai informasi kemudian dipublikasikan ke dalam website Desa Ngembal Kulon, yang dapat diakses penuh oleh masyarakat umum.

Paling menarik, Pemdes Ngembal Kulon juga menghadirkan hotline pengaduan online yang bernama “Kentongan”. Warga dapat memberikan kritik maupun aspirasi untuk pelayanan dan pembangunan desa.

“kami dari pemdes tidak alergi dengan saran ataupun kritikan. Kentongan ini sebagai wadah aspirasi bagi masyarakat ,” terangya.

Sementara itu, Fiza Akbar, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, menyatakan dukungannya terhadap langkah maju Desa Ngembal Kulon.

“Ini menjadi bukti bahwa desa-desa di Kudus mampu bersaing secara nasional. Kami akan terus mendampingi desa-desa lainnya untuk melakukan transformasi digital,” ucapnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa selain Desa Ngembal Kulon, ada Desa Kramat yang diikutkan dalam Lomba Desa Digital Tahun 2025.

“Tapi untuk Desa Kramat belum bisa masuk 15 besar, sedangkan yang Desa Ngembal Kulon kemarin dapat peringkat tujuh jadi masuk dalan 15 besar yang kemudian dilakukan verifikasi lapangan,” terangnya.

Untuk selanjutnya, tim dari kementerian akan melakukan verifikasi lapangan untuk menilai langsung implementasi digitalisasi di Desa Ngembal Kulon. Jika lolos ke tahap berikutnya, desa ini berpeluang meraih penghargaan nasional dan menjadi percontohan bagi desa-desa digital di Indonesia. (AD)