Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Dorong Minat Baca Siswa Lewat Perpustakaan Keliling

JATIBLIMBING,Suryanasional.com – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui kegiatan perpustakaan keliling, mahasiswa KKN mengajak siswa sekolah dasar (SD) mengenal dunia literasi dengan cara yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif. Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas IV, V, dan VI dengan antusias.

Kehadiran perpustakaan keliling memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengakses beragam buku bacaan secara langsung. Mahasiswa KKN bersama pihak sekolah turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai literasi dan perpustakaan keliling. Para siswa diberikan pemahaman bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan memperoleh informasi dari berbagai sumber.

Mahasiswa KKN juga menjelaskan fungsi perpustakaan keliling sebagai sarana mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Dengan demikian, keterbatasan akses terhadap buku diharapkan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk memperluas wawasan.

Dalam sesi berikutnya, mahasiswa menyampaikan berbagai manfaat membaca. Di antaranya menambah pengetahuan, memperkaya kosakata, meningkatkan wawasan, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi.

Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan interaktif sehingga mudah dipahami siswa. Suasana kegiatan pun berlangsung cukup meriah karena siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas literasi.

Selain manfaat membaca, siswa mendapat edukasi mengenai etika ketika berada di perpustakaan. Mereka diajak membiasakan diri untuk bersikap tertib, tidak berisik, menjaga kebersihan, tidak merusak buku, serta mengembalikan buku ke tempat semula setelah selesai membaca.

Setelah mendapatkan materi, siswa diberi kesempatan memilih buku sesuai minat masing-masing. Mereka tampak antusias ketika memilih berbagai jenis bacaan yang tersedia di perpustakaan keliling.

Mahasiswa KKN kemudian mendampingi siswa selama membaca. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa memahami isi bacaan maupun menjelaskan informasi yang belum mereka mengerti.

Tidak berhenti pada aktivitas membaca, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi interaksi dan tanya jawab. Siswa diberi kesempatan menceritakan kembali informasi yang diperoleh dari buku yang telah dibaca.

Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana melatih keberanian siswa dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Di sisi lain, kemampuan memahami isi bacaan juga dapat terasah melalui kegiatan menceritakan kembali.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak dini di kalangan siswa Desa Jatiblimbing.

Perpustakaan keliling diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Namun, bisa menjadi salah satu sarana edukasi yang mendorong siswa menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan semakin dekatnya akses terhadap bahan bacaan, siswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas, semakin percaya diri dalam berkomunikasi, serta tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca dan memiliki budaya literasi yang kuat.

Penulis: Bella Febrianti