Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Edukasi Lansia Lewat Demo Masak Puding Kacang Hijau di Jatiblimbing

BOJONEGORO,Suryanasional.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menggelar edukasi gizi seimbang bagi lanjut usia (lansia) melalui Program Perencanaan Program Gizi (PPG) bertema “Lansia Sehat Bergizi melalui Edukasi Gizi Seimbang dan Demo Memasak Puding Kacang Hijau” di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup di usia lanjut.

Program yang diikuti para lansia Desa Jatiblimbing itu berlangsung interaktif. Mahasiswa KKN bersama kader kesehatan desa memberikan edukasi dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami sekaligus mendorong peserta menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator kegiatan, Bella Febrianti, menjelaskan bahwa edukasi tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi sekaligus mengenalkan olahan pangan lokal yang mudah dibuat, bernilai gizi tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan lansia.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai prinsip gizi seimbang bagi lansia. Peserta mendapatkan penjelasan tentang kebutuhan zat gizi pada usia lanjut, pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, serta cara memilih menu sesuai kondisi kesehatan. Mahasiswa juga menekankan bahwa pola makan yang baik dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus menekan risiko penyakit degeneratif.

Sebagai bentuk penerapan materi, mahasiswa KKN mengajak peserta mempraktikkan pembuatan puding kacang hijau. Menu tersebut dipilih karena menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, kaya protein nabati, serat, vitamin, dan mineral, serta memiliki tekstur lembut sehingga nyaman dikonsumsi oleh lansia.

Selama demonstrasi berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Mereka juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan maupun teknik pengolahan hingga cara penyajiannya. Setelah proses memasak selesai, peserta bersama mahasiswa mencicipi hasil olahan puding kacang hijau yang mendapat respons positif karena rasanya lezat, teksturnya lembut, dan mudah dibuat di rumah.

Bella Febrianti mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lansia untuk menerapkan pola makan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau.

“Kami berharap para lansia tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang, tetapi juga mampu mengolah bahan pangan lokal seperti kacang hijau menjadi menu sehat yang mudah dibuat di rumah. Dengan begitu, mereka dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidup secara mandiri,” ujarnya.

Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena materi yang diberikan mudah dipahami dan langsung dipraktikkan.

“Puding kacang hijau ini rasanya enak, bahannya mudah didapat, dan cara membuatnya juga sederhana. Kami jadi lebih semangat untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap edukasi gizi bagi lansia dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang serta mampu memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu sehat. Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, dan mandiri di Desa Jatiblimbing.

Penulis: Bella Febrianti