Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Edukasi Ibu Hamil, Kenalkan PMT Puding Susu Jagung

BOJONEGORO,Suryanasional.com – Pemenuhan gizi selama masa kehamilan menjadi salah satu perhatian penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin. Karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro mengenalkan alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kepada ibu hamil di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander.

Kegiatan tersebut dikemas melalui Program Perencanaan Gizi (PPG) bertema “Optimalisasi Status Gizi Ibu Hamil melalui Edukasi Gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal”. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Jatiblimbing pada Jumat (7/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Sejumlah ibu hamil, kader Desa Jatiblimbing, dan mahasiswa KKN mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pilihan makanan tambahan yang dapat dibuat menggunakan bahan pangan yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Materi disampaikan Fatya Nursyalima dengan mengangkat menu “Puding Susu Jagung sebagai PMT Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil”. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kebutuhan makanan bergizi selama kehamilan, manfaat PMT, serta potensi pangan lokal untuk diolah menjadi makanan tambahan.

“Pangan lokal sebenarnya bisa diolah menjadi makanan tambahan yang sederhana dan tetap menarik. Salah satunya puding susu jagung yang bahan-bahannya relatif mudah ditemukan dan cara pembuatannya juga cukup praktis,” ujar Fatya.

Puding susu jagung dipilih sebagai salah satu menu alternatif karena memanfaatkan bahan yang familiar bagi masyarakat. Jagung dapat menjadi sumber energi dari kandungan karbohidrat, sedangkan susu mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan dalam pemenuhan gizi. Meski demikian, menu tersebut dikenalkan sebagai variasi PMT, bukan pengganti pola makan utama ibu hamil.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demo memasak. Mahasiswa KKN memperagakan proses pembuatan puding susu jagung mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian.

Peserta pun diberi kesempatan untuk menyaksikan langsung setiap tahapan. Dengan praktik tersebut, ibu hamil dan kader diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan di rumah.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi dan praktik memasak hingga selesai. Selain mendapatkan edukasi mengenai gizi, peserta juga memperoleh pengalaman memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu sederhana yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap kegiatan PPG tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jatiblimbing. Edukasi mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk memperhatikan kualitas dan keberagaman makanan yang dikonsumsi.

“Harapannya, ibu hamil dapat lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan dan mampu memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar untuk membuat makanan tambahan yang praktis,” lanjut Fatya.

Kegiatan ditutup dengan mencicipi puding susu jagung hasil demo memasak. Selanjutnya, ibu hamil, kader Desa Jatiblimbing, dan mahasiswa KKN melakukan dokumentasi bersama sebagai penanda berakhirnya kegiatan.

Penulis: Fatya Nursyalima