Jakarta – Dosen Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam (IAI) Al Fatimah Bojonegoro, H. Nanang Setiawan, M.Ak. lolos conference dalam ajang The 1st Global Conference on Waqf Development 2025, Rabu (08/10/2025).
Bertemakan ‘Sustainable Waqf Amidst Global Uncertainly: Aligining with Equitable Future’, dalam ajang tersebut, merupakan ajang yang diinisiasi langsung oleh Badan Wakaf Indonesia serta dibuka langsung oleh pemateri dari Oc Indonesian Waqf Board, Ir. Arief Rohman Yulianto, MM., CWC.
Selain itu, dalam giat ini juga dilakukan sesi diskusi membahas perihal riset seputar wakaf dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten, diantaranya Dr. Sulistyowati, SE., M.Si, CWC (dari Badan Wakaf Indonesia), Dr. Hendri Tanjung (Universitas Ibnu Khaldun Bogor), Prof Dr. Raditya Sukmana (Universitas Airlangga Surabaya), Prof Dr. Irfan Syauqi (IPB University), Dr. Sami Modh al Salahat (Founder International Institut of Islamic Waqf).
Kegiatan yang diikuti oleh 100 presenter dengan paper terbaik se Indonesia itu, H. Nanang Setiawan, M.Ak. menjadi salah satu peserta yang lolos dalam ajang tersebut.

Ketua Senat Kampus IAI Al Fatimah Bojonegoro, Ansachul Balaya, ST., M.Pd mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan berbagai capaian kemajuan dari para dosen IAI Al Fatimah baik itu di bidang akademik, maupun non akademik.
“Salah satunya adalah prestasi membanggakan yang di raih best of the best Dosen S1 Manajemen Keuangan Syari’ah H. Nanang Setiawan. S.Ak,” ungkapnya.
Gus Aan, begitu Ia akrab disapa menambahkan, prestasi dari H. Nanang Setiawan, S.Ak yang juga seorang Mahasiswa Pascasarjana S3 Unair Surabaya yang dinyatakan lolos Konference di ajang The is Global Conference On Waqf Development 2025 ini menjadi bukti bahwa SDM para dosen IAI Al Fatimah telah memenuhi standar dari segi akademik yang luar biasa.
“Serta, menjadikan sebuah barometer kampus IAI Al Fatimah yang siap menuju kampus berbasis internasional Study’s of Education and Economic Global,” jelas Gus Aan yang juga mahasiswa pasca sarjana S3 Universitas Negeri Surabaya ini.

Gus Aan menuturkan, bahwa di Kabupaten Bojonegoro saat ini belum ada kampus yang bertaraf nasional dan internasional, oleh sebab itu IAI Al Fatimah memiliki misi akan menjadi motor penggerak kemajuan warna pendidikan di Bojonegoro.
“Dengan berbagai prestasi yang diraih para Dosen, kami memiliki misi yang akan menjadikan IAI Al Fatimah menjadi kampus motor penggerak bagi kemajuan pendidikan di Bojonegoro,” tandas Gus Aan yang juga Wakil Bendahara PCNU Bojonegoro ini.
Untuk diketahui, Kegiatan Conference seperti ini sangat penting untuk diikuti oleh setiap Dosen dari berbagai Perguruan Tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Hal ini disebabkan, lantaran dalam giat serupa tersebut, dihadiri langsung oleh para akademisi dan pengusaha baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga dapat membangun dan memperluas relasi baik.
Maka dari itu, melalui Bidang Akademik dan Kelembagaan IAI Al Fatimah, terus mendorong, dan memberikan motivasi, serta memfasilitasi para Dosen untuk mengikuti kegiatan tersebut, Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM serta meningkatkan hasil penelitian yang ada.(riz/red)






