Bojonegoro,Suryanasional.com – Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro tahun ini dimaknai secara berbeda oleh Hj. Mitro’atin, S.Pd., M.M. Di tengah banyaknya seremoni, Pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua KPPG Jawa Timur itu justru memilih mendatangi Daffa Ardian Pratama (9), bocah asal Desa Growok, Kecamatan Dander, yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa di bidang elektronika dan robotika. Bagi Mitro’atin, langkah tersebut menjadi wujud nyata semangat Kartini masa kini, yakni hadir untuk memastikan anak-anak berbakat memperoleh perhatian, dukungan, dan ruang untuk berkembang.
Bagi Mitro’atin, semangat Kartini masa kini tidak lagi sekadar membuka akses, tetapi memastikan setiap potensi anak bangsa tidak terabaikan. Di hadapan “teknisi cilik” tersebut, ia melihat lebih dari sekadar anak jenius. Ia melihat simbol harapan baru bagi Bojonegoro. Jemari kecil Daffa yang piawai membongkar dan merakit perangkat elektronik menjadi pertanda bahwa masa depan daerah tengah tumbuh perlahan namun pasti, dari ruang-ruang sederhana yang selama ini kerap luput dari perhatian.
“Ini bukan sekadar kecerdasan biasa. Ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Apa yang dimiliki Daffa merupakan anugerah dari Allah yang harus diarahkan dengan baik, dibimbing pula dengan akhlak dan nilai-nilai religius, agar kelak ia tidak hanya pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang agamis,” ujar Mitro’atin.
Ia menegaskan, kehadiran negara dan seluruh pemangku kepentingan harus benar-benar dirasakan dalam mendampingi anak-anak berbakat. Menurutnya, talenta luar biasa seperti yang dimiliki Daffa tidak boleh dibiarkan tumbuh sendiri tanpa arahan dan dukungan yang memadai.
Sebagai bentuk perhatian nyata, Mitro’atin mengundang Daffa untuk berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro. Ia ingin memperkenalkan ruang-ruang pengambilan keputusan kepada generasi muda sejak dini, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan kepemimpinan harus berjalan beriringan.
Tak hanya itu, Mitro’atin juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Menurutnya, generasi masa depan tidak cukup hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga harus memiliki fondasi moral dan akhlak yang kuat sebagai penuntun arah.
Ayah Daffa, Andik Sujianto, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada putranya. Ia menilai dukungan dari tokoh publik menjadi energi tambahan bagi keluarga untuk terus mendampingi dan mengembangkan potensi besar yang dimiliki Daffa.
Momentum ini menjadi refleksi bahwa semangat Kartini terus hidup dalam wujud yang berbeda. Jika dahulu Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk belajar, maka hari ini perjuangan itu berlanjut dalam upaya memastikan setiap anak bangsa yang memiliki bakat dan kesempatan belajar mendapatkan ruang untuk tumbuh.
Di tangan perempuan seperti Mitro’atin dan generasi muda seperti Daffa, Kartini tidak sekadar dikenang setiap 21 April. Semangatnya terus dilanjutkan, dirawat, dan diwujudkan dalam denyut masa depan Bojonegoro yang semakin menjanjikan.(Lex)






