“NUansa” Lahir di Graha PCNU Bangil – Setetes Air, Seribu Langkah Kemandirian NU

Pasuruan,Suryanasional.com – Minggu 07/06/202, Graha PCNU Bangil tak hanya jadi panggung pelantikan. Di momen yang sama, LPNU Bangil menulis sejarah baru: melempar produk perdana Air Mineral “NUansa” dengan slogan “Segarnya Penuh Berkah”.

Soft launching ini bukan sekadar buka kemasan. Ini langkah awal PCNU Bangil menancapkan kaki di jalur kemandirian ekonomi. Dari pelantikan ke produksi, NU Bangil 2026-2031 langsung tancap gas.

Ketua LPNU Bangil H Fathur Ridloi menegaskan, NUansa bukan air mineral biasa yang mampir lalu hilang. Ia lahir dari semangat organisasi untuk menciptakan usaha yang menguntungkan sekaligus memberi manfaat bersama.
“NUansa lahir dari semangat organisasi yang menghadirkan usaha yang menghasilkan keuntungan, dan membawa manfaat bersama,” ujarnya.

Harapannya besar: setiap botol NUansa yang diminum warga, jadi roda penggerak ekonomi NU yang profesional, berkelanjutan, dan penuh berkah.
“Kami ingin setiap tetes NUansa menjadi pengerak ekonomi Nahdlatul Ulama secara mandiri, profesional dan penuh keberkahan,” harapnya.

Dukungan penuh datang dari Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil terpilih Drs H Eddy Supriyanto. Baginya, peluncuran NUansa mematahkan keraguan: NU tak hanya jago ngaji dan ngurus umat, tapi juga jago mengelola ekonomi.
“Peluncuran NUansa adalah awal dari perjalanan besar menuju kemandirian organisasi. Kami berharap seluruh warga Nahdlatul Ulama memiliki rasa kepemilikan yang tinggi untuk mencintai, menggunakan, dan mengembangkan produk karya sendiri,” ujarnya.

Senada, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin memberi apresiasi. Langkah PCNU Bangil ini, katanya, bentuk nyata menjaga kemandirian organisasi.
“Luar biasa, PCNU Bangil akan melaunching air mineral seperti yang tadi disampaikan. Ini sangat bisa menjaga kemandirian. Semangat kemandirian Bangil ini bisa dijadikan motivasi,” puji Gus Kikin.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang hadir di pelantikan, ikut memberi lampu hijau. Ia berjanji akan mendorong lahirnya lebih banyak unit usaha produktif di bawah naungan NU.

“Ini langkah yang baik, dan kami akan terus mendorong untuk lahirnya beberapa unit usaha yang produktif,” ujarnya.

Dari Graha PCNU Bangil, pesan itu jelas: kemandirian NU dimulai dari hal paling dasar – air yang kita minum. Lewat NUansa, Bangil membuktikan khidmah dan ekonomi bisa jalan beriringan. Segar di tenggorokan, berkah untuk organisasi.(An)