Editor: Tri Karyono|Reporter : Budi Raharto

Suryanasional.com|Surabaya,-dr. Lulus Handayani, Sp.Rad (K) Onk.Rad mengatakan 43 persen penyebab kanker adalah pola hidup yang tidak sehat. Selebihnya adalah faktor genetik.
“Banyak faktor memang, salah satunya lingkungan berpolusi, merokok, makan makanan yang tidak sehat,” katanya, usai mengisi acara seminar Healthy Lifestyle For Better Life ; Prevention and Early Detection, oleh Adi Husada Cancer Center (AHCC) bersama Yayasan Ikhlas Bakti Surabaya di Tristar Restaurant.
“Jadi edukasi ini bukan berarti menakut-nakuti, tapi lebih kepada pengetahuan kepada teman-teman lansia untuk lebih peka, juga bisa sharing kepada anak cucu. Kalau ada gejala kanker, sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut karena kanker bisa sembuh jika dideteksi sejak masih dini, bukan ketika sudah berdarah-darah,” terangnya.

Selain pembahasan kanker, para peserta lansia mendapatkan materi terkait penyakit jantung oleh dr. Hotmauli Siahaan, Sp.JP.
Untuk itu lanjut dr. Lulus sebenarnya kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat. dr. Lulus mengedukasi para peserta, yang sebagian besar adalah para lansia. Menurut dia kanker bisa menyerang siapa saja, bahkan saat dalam keadaan monopause sekalipun. Seperti penyakit kanker payudara dan kanker prostat.
Pengobatan kanker lanjut dr. Lulus ada tiga, yaitu terapi atau bedah operasi, terapi radiasi, selanjutnya kemo terapi. Dokter berambut panjang ini mengatakan setelah kemo terapi ini gejalanya memang lemas dan tidak berdaya. Namun setelah beberapa waktu kemoterapi, tubuh pasti akan perlahan membaik.
“Karena pada dasarnya kemo terapi itu memang menyeluruh ke seluruh tubuh. Tapi pasti akan pulih lebih baik. Nah edukasi seperti ini untuk meyakinkan audien supaya tidak takut untuk segera sembuh dan ke dokter,” tegasnya.
Dua materi ini dipilih sesuai dengan kebutuhan para peserta. Penyakit Jantung, salah satunya berdasarkan rister Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2013, penyakit jantung koroner mencapai angka 12, 1 persen, dan 39 persen berusia kurang dari 44 tahun dan 22 persen usia muda 15 sampai 35 tahun
Silvia Gondo Wijoyo, Ketua Panitia Acara sekaligus anggota yayasan Ikhlas Bakti Surabaya, mengatakan diskusi ini tentu bermanfaat bagi para peserta. Karena para lansia biasa mendapat informasi langsung lewat diskusi semacam ini.
“Kalau yang muda gampang google. Nah kalau yang lansia gak diarahkan, mereka akhirnya takut periksa dan mengetahui kebenarannya. Setelah ini harapannya kalau mereka merasa nggak enak badan, sesuai yang dijelaskan dokter, bisa periksa sendiri ke rumah sakit,” jelasnya.












