Revolusi ‘Deep Learning’ di Jombang, Cara Disdikbud Ubah Guru Jadi Arsitek Karakter Kelas Dunia

Jombang, Suryanasional.com | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang tengah melakukan langkah besar untuk menyulap ruang kelas menjadi ekosistem belajar yang modern.

Melalui workshop Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang dimulai Senin (9/2), ratusan guru SMP se-Kabupaten Jombang ditantang untuk meninggalkan metode konvensional demi mencetak generasi berkelas dunia.

Acara yang digelar di Aula Tut Wuri Handayani ini dibuka langsung oleh Sekretaris Disdikbud Jombang, Abdul Majid. Rencananya, maraton peningkatan kompetensi ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 11 Februari 2026.

Dalam arahannya yang membakar semangat, Abdul Majid menegaskan bahwa era “guru berceramah, siswa mencatat” sudah usang. Ia mengibaratkan guru masa kini sebagai arsitek karakter.

“Guru adalah ujung tombak. Melalui Deep Learning, kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya jago secara akademik, tapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kemampuan berpikir kritis untuk menjawab tantangan global,” tegas Majid.

Beliau juga mengingatkan bahwa sesuai UU Guru dan Dosen, peran pendidik bukan sekadar mengajar, melainkan melatih dan mengevaluasi secara mendalam agar potensi siswa tergali maksimal.

Fokus utama dari workshop ini adalah membekali guru untuk mampu menanamkan Enam Kompetensi Global kepada siswa. Pendekatan ini mengintegrasikan beberapa aspek krusial.

Integritas dan Kepedulian Sosial: Membentuk karakter yang jujur dan peka lingkungan.

Kreativitas dan Berpikir Kritis: Mendorong lahirnya inovasi dan solusi atas masalah nyata.

Komunikasi dan Kolaborasi: Melatih kemampuan kerja tim dalam skala global.

Abdulloh Syifa, Pengawas SMP Disdikbud Jombang sekaligus narasumber, menjelaskan bahwa kunci perubahan ini adalah pergeseran paradigma. “Kita bergerak dari sekadar transfer pengetahuan menuju pendalaman konsep dan pemecahan masalah nyata yang ada di sekitar siswa,” ungkapnya.

Aksi nyata di Lapangan,
Workshop ini jauh dari kata membosankan. Para peserta yang tersebar di Gedung PGRI dan Gedung Kesenian langsung “terjun bebas” melakukan simulasi, antara lain.

Menyusun Perangkat Ajar, merancang kurikulum yang berbasis Deep Learning, simulasi Kontekstual, Mempraktikkan cara mengajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Diskusi Reflektif, membedah tantangan nyata di lapangan untuk mencari solusi bersama.
Dengan langkah progresif ini, Disdikbud Jombang optimistis mutu pendidikan di “Kota Santri” akan melompat jauh.

Melahirkan lulusan yang siap bertarung di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri lokalnya.

(Anik)