Sedekah Bumi dan Hari Jadi Desa Wates ke-170, Hadirkan dari MasterChef Indonesia hingga Hiburan Ketoprak

Kudus,Suryanasional.com – Desa Wates tengah bersuka cita merayakan Hari Jadi ke-170 dengan gelaran Sedekah Bumi yang diisi berbagai kegiatan budaya, religi, hingga hiburan. Rangkaian acara dimulai sejak Jumat (23/5/2025) hingga Kamis (29/5/2025) mendatang, dan disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.

Acara diawali dengan kegiatan religius berupa manaqib dan tahtiman Al-Qur’an yang digelar di lokasi cikal bakal desa, di petilasan Mbah Lengku, pada Jumat (23/5). Suasana khidmat dan penuh doa menjadi pembuka rangkaian kegiatan ini.

Malam harinya, Sabtu (24/5), digelar ngasah massal dan istighosah sebagai bentuk rasa syukur atas usia panjang desa. Acara ini berlangsung di Taman Padhang Bulan yang menjadi pusat perayaan tahun ini.

Memasuki Ahad (25/5), semangat kreativitas anak-anak ditampilkan lewat Lomba Aransemen Musik Bocah Deso, di mana peserta dari berbagai RT/RW menunjukkan bakat musik mereka dengan iringan alat-alat tradisional.

Senin (26/5), nuansa kuliner mengambil panggung utama dengan Lomba Masakan Tradisional, menghadirkan Chef Isman dari MasterChef Indonesia sebagai juri tamu. Beragam olahan khas lokal akan disajikan dalam lomba ini yang bisa memikat lidah dan memperkenalkan kekayaan rasa Desa Wates.

Selasa (27/5) menjadi hari yang ditunggu generasi muda dengan digelarnya Pemilihan Duta Kenang Genduk 2025, ajang pencarian duta desa yang cakap dalam budaya dan sosial kemasyarakatan.

Rabu (28/5) suasana berubah menjadi lebih nostalgik dengan Festival Dendang Lagu Lawas, yang menghadirkan penyanyi lokal membawakan tembang-tembang klasik yang sarat kenangan.

Sebagai puncak acara, Kamis (29/5), warga akan menggelar Kirab Budaya Ngunjung Wong Tuo, bentuk penghormatan kepada leluhur dan sesepuh desa. Di malam harinya, kemeriahan akan ditutup dengan nonton bareng pertunjukan ketoprak Panji Anom, yang selalu menjadi favorit masyarakat.

Kepala Desa Wates, Abdullah Assofi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan hanya bentuk syukur atas usia desa, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan antarwarga dan melestarikan tradisi lokal tidak ketinggalan pula untuk menggali potensi desa.

“Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi berkah, memperkuat jati diri budaya desa, dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Wates,” ujarnya.

Pihaknya berharap, agar masyarakat ikut serta dalam acara selanjutnya sampai pada puncak acara nanti, karena tanpa keterlibatan warga acara ini tak akan berjalan lancar.

Salah satu warga, Ridho, menyampaikan terimakasih pada Pemerintah Desa Wates yang sudah memberikan hiburan kepada masyarakat hampir satu pekan ke depan

Ia berharap, tradisi Sedekah Bumi ini terus dilestarikan dan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat identitas budaya desa.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintahan Desa Wates dan saya berharap tradisi ini akan terus berjalan dan menjadi agenda tahunan yang lebih meriah di tahun-tahun mendatang” katanya. (AD)