Pasuruan,Suryanasional.com — Bau jerami dan suara kambing mengiringi langkah tim petugas di Lapak Seven Farm, Pogar, Bangil, Rabu pagi pukul 09:00. Di lapak milik Sugiono itu, sekitar 30 ekor kambing yang baru datang dari Jember langsung diperiksa sebelum masuk ke daftar jual hewan kurban.
Pemeriksaan ini bagian dari sidak yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan. Sasaran bukan hanya satu lapak. Tim menyisir lapak-lapak lain dan tempat pemotongan hewan untuk memastikan hewan kurban yang beredar benar-benar sehat dan layak.
Petugas tidak sekadar melihat fisik. Setiap ekor kambing diperiksa dua kali: sebelum dan sesudah penyembelihan. Tingkah laku, nafsu makan, kondisi tubuh, hingga kemungkinan adanya luka atau penyakit jadi poin utama yang dicek.
“Pemeriksaan hewan kurban meliputi tingkah laku secara umum, nafsu makan, serta kondisi tubuh. Apakah ditemukan penyakit atau luka,” jelas dr. Arga, dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, di sela pemeriksaan.
Baginya, proses ini bukan formalitas. Pemeriksaan adalah jaminan dasar agar rantai kurban berjalan aman, dari penjual hingga meja makan warga.
“Harapannya, setelah dilakukan pemeriksaan, baik pemilik lapak maupun pembeli hewan kurban merasa aman dan nyaman,” katanya.
Sugiono, pemilik Seven Farm, mengaku sudah beberapa tahun memasok kambing dari wilayah Jember. Ia menyambut baik langkah dinas karena memberi kepercayaan lebih kepada pembeli.
“Kalau sudah diperiksa dan lulus, pembeli lebih tenang. Kami juga enak jualnya,” ujarnya singkat.
Sidak akan terus berlangsung hingga menjelang hari raya. Hewan yang lolos uji diberi tanda khusus sebagai bukti sudah dinyatakan sehat. Bagi dinas, ini cara memastikan Iduladha tahun ini berjalan khidmat tanpa kekhawatiran soal kesehatan hewan kurban.(An)












