Sundoyo Ungkap Latar Belakang Narapidana Sebagai Syarat Mendaftar Caleg

Bojonegoro, Suryanasional.com – Sundoyo warga Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro akan mencalonkan diri sebagai calon anggota legeslatif (Caleg) DPRD Bojonegoro periode 2024-2029. Caleg yang diusung Partai Golkar ini berjanji akan mentaati segala prosedur dan ketentuan yang ditetapkan Komisi Pemulihan Umum (KPU).

Sebagaimana peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) eks Narapidana wajib mengumumkan diri di media massa.

“Saya mencalonkan sebagai calon anggota legeslatif Bojonegoro daerah pemilihan (dapil) 3 melalui Partai Golkar. Pencalonan saya semata-mata karena atas permintaan masyarakat,” kata Sundoyo, Selasa (9/5/2023).

“Tujuan saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif karena ingin berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah dapil saya,” katanya.

Sundoyo melalui media ini ingin mengumumkan secara jujur dan benar, bahwa dalam proses perjalanan hidupnya pernah mempunyai latar belakang narapidana.

“Melalui media ini, saya ingin mengumumkan secara jujur dan terbuka terkait latar belakang saya sebagai mantan terpidana, namun bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang,” katanya.

Seperti diketahui, Sundoyo sebelumnya pernah tersandung persoalan hukum ihwal Pasal 303 KUHP. Akibat perbuatannya pengadilan memvonisnya dengan hukuman 4 bulan kurungan.

Seperti diketahui, dalam amar putusan bernomor 87/PUU-XX/2022, Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan 3 syarat limitatif apabila mantan terpidana ingin menjadi calon anggota legislatif dalam perhelatan pemilu.

Pertama,
Tidak pernah sebagai terpidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Kedua
Bagi mantan terpidana, telah melewati jangka waktu 5 tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani hukuman pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana.

Ketiga
Bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.(Lex/red).