Transformasi Perumdam Tirta Kencana Jombang, Dari Penjaga Kran hingga Jadi Motor Program Makan Bergizi Gratis

Jombang, Suryanasional.com | Di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin, Perumdam Tirta Kencana Jombang melakukan lompatan besar. Tak lagi sekadar mengalirkan air ke rumah warga, BUMD ini kini bertransformasi menjadi pilar strategis yang mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperluas akses kesehatan di sekolah dan kawasan pemukiman.

Langkah paling progresif yang diambil adalah penyediaan layanan air minum aman bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan skema layanan yang sangat fleksibel menyesuaikan kebutuhan lapangan.

“Kami mendukung MBG melalui berbagai model: mulai dari berbasis perpipaan, sistem filtrasi, hingga penyediaan air minum kemasan galon. Kebutuhan setiap titik SPPG itu unik, jadi kami harus adaptif,” jelas Khoirul.

Menariknya, Khoirul tidak menampik bahwa program ini adalah peluang bisnis (prospek) yang menjanjikan. Konsumsi air di SPPG setara dengan skala industri kecil, yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan operasional perusahaan.

“Kami menjalankan fungsi sosial sebagai BUMD, tapi secara finansial perusahaan juga harus sehat. Dengan pemakaian air yang stabil dan besar di SPPG, tagihan yang masuk menjadi kontribusi signifikan bagi pemasukan ekonomi kami,” tambahnya.

Tak berhenti di program MBG, Perumdam juga menyasar sektor pendidikan. Menyadari bahwa air minum yang buruk adalah salah satu faktor pemicu stunting, mereka mulai mengintervensi konsumsi air di tingkat SD dan SMP.

Melalui produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) internal yang telah teruji kualitasnya, Perumdam kini telah menyuplai sekitar 20% sekolah di Kabupaten Jombang.

Target: Seluruh siswa mendapatkan akses air minum yang benar-benar aman.
Metode: Sosialisasi masif kepada kepala sekolah dan pengawasan mutu filtrasi yang ketat.

Keadilan Air bagi Kawasan Kurang Tertata
Wajah sosial Perumdam Tirta Kencana paling terlihat di kawasan pemukiman kurang tertata atau kawasan kumuh, seperti di Desa Jombang. Di sini, Perumdam membuktikan bahwa kualitas premium tidak selalu harus mahal.

Tarif Khusus: Lebih dari 400 pelanggan di kawasan ini mendapatkan tarif terendah.
Kualitas Maksimal: Meski tarif murah, layanan tetap siaga 24 jam dengan tekanan air di atas ambang batas minimal.

“Ini bukan sekadar diskon, tapi kebijakan tarif untuk meminimalisir persoalan sosial. Kami ingin memastikan masyarakat berpenghasilan rendah pun bisa menikmati air bersih dengan kualitas yang sama baiknya dengan pelanggan komersial,” tegas Khoirul.

Dengan evaluasi berkala dan pemetaan kapasitas produksi, Perumdam Tirta Kencana Jombang membuktikan bahwa sebuah BUMD bisa menjadi instrumen pemerintah yang sangat efektif: melayani masyarakat (public service) sekaligus meraih laba (profit oriented) secara harmonis.

(Anik)