Wabup Nurul Sebut Pertanian Menjadi Sektor Utama di Bojonegoro

Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menyebut, bahwa pertanian telah menjadi sektor kekuatan utama di Kabupaten Bojonegoro, Ia menuturkan lewat sekor pertanian juga merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Hal itu Ia sampaikan dalam forum diskusi yang dikemas silahturahmi bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi dengan penyuluh se-Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (09/05/2026).

Dalam pertemuan itu, Wabup Nurul menilai, hingga saat ini sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi, rerata pertanian menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar Masyarakat Bojonegoro.

Hal ini, lanjut perempuan asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander ini, dibuktikan dengan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 kemarin, telah berhasil meraih penghargaan wirakarya kategori peningkatan jumlah produktivitas padi.

“Dari yang sebelumnya 710 ribu ton, di tahun kemarin produktivitas padi di Bojonegoro mencapai 886 ribu ton, dari data ini telah menunjukkan bahwa, produktivitas padi kita telah mengalami peningkatan signifikan,” ungkapnya.

Namun, di tahun ini, Ia menjelaskan, sesuai dengan prediksi BMKG, di sektor pertanian akan mengalami rintangan yang sulit, yaitu kemarau panjang yang akan diprediksi mulai di Bulan Mei. Dan ektremnya akan diprediksi di Bulan Agustus dan September.

Karena itu, dalam menghadapi permasalah tersebut, Ia meminta seluruh elemen terkait untuk bersama-sama memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman musim kemarau panjang yang diprediksi berdampak pada produktivitas pertanian.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar produksi pertanian tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Eko Wahyudi menekankan, bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan sektor pangan. Menurut dia, kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan pendampingan kepada petani.

Ia juga menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait petani yang belum mengenal penyuluh di wilayahnya. Karena itu, ia meminta seluruh penyuluh lebih aktif turun ke lapangan dan membangun kedekatan dengan petani.

“Penyuluh tidak hanya mendampingi petani, tetapi juga harus menjadi bagian dari keluarga petani. Kehadiran di lapangan itu sangat penting bagi para petani,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam forum diskusi tersebut, selain membahas penguatan sumber daya manusia penyuluh, forum tersebut juga menyoroti prediksi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.

Hadir pula jajaran dinas terkait bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, sejumlah anggota legislatif, serta para penyuluh lapangan dari berbagai wilayah di Bojonegoro.

Seperi diketahui, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau panjang diperkirakan dapat memengaruhi ribuan hektare lahan pertanian, hal ini lantas akan mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air.

Forum tersebut berlangsung hangat, melalui pertemuan itu diharapkan menjadikan sebuah ajang penuh dialog, sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyuluh sebagai ujung tombak sektor pertanian.(riz/red)